Gepeng Harus Diantisipasi Sejak Dini2010-08-26 15:26:44
SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menegaskan bahwa gelandang dan pengemis (Gepeng) harus diantisipasi sejak dini. Sebab masalah gepeng termasuk permasalahan pemerintah kabupaten/kota, sehingga penanganannya harus lebih dimaksimalkan. Pemkot Samarinda diimbau terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan gepeng di Samarinda selaku Ibukota Provinsi Kaltim. “Jadi, saya berharap Pemkot Samarinda dapat memantau keberadaannya, sehingga Samarinda yang merupakan Ibukota Provinsi ini dapat menjadi barometer kabupaten/kota lainnya di Kaltim, untuk penanganan gepeng,” ujar Farid Wadjdy ketika ditemui baru-baru ini. Dikatakannya, permasalahan ini harus segera diantisipasi, apalagi dalam bulan ramadhan. Karena itu, jangan sampai menjadi permasalahan besar bagi pemerintah kabupaten/kota se Kaltim. “Indikasinya kan mudah saja, jika ada simpang empat lampu merah, dan banyak orang minta-minta, maka diindikasikan masih banyak gepeng di kabupaten/kota tersebut, khususnya Samarinda,” jelasnya. Bukan hanya Samarinda, menurut dia, kebupaten/kota lainnya juga mesti melakukan pemantauan. Misalnya, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Sangatta. “Karenanya, saya meminta agar pemerintah kabupaten/kota dapat mengantisipasi hal-hal seperti ini sejak dini, khususnya di bulan ramadhan ini,” tegasnya. Diketahui hingga saat ini Peraturan Daerah (Perda) penanganan masalah Gepeng belum ada. Namun, ditegaskan Farid, sebaiknya hal ini dapat disikapi secara arif dan bijaksana, agar penyakit masyarakat itu tidak mewabah terlalu besar di Ibukota Provinsi ini. “Melihat kondisi ini, memang sangat menyedihkan. Bayangkan saja, jika kita melintasi simpang empat lampu merah ada anak kecil dan orang tua yang meminta-minta, tentunya kasihan juga melihatnya. Kalau dikasih kebiasahan nantinya, jika tidak dikasih kita yang kasihan. Jadi, saya pikir permasalahan gepeng sangatlah delematis betul. Karenanya, saya berharap pemerintah daerah yang harus turun tangan untuk menanganinya,” paparnya.mar
|