Pencari Kerja di Bontang Meningkat2010-08-27 13:27:53
BONTANG- Tenaga kerja adalah modal bagi penggerak roda pembangunan. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Semakin bertambahnya jumlah tenaga kerja di suatu daerah, maka dapat diartikan pembangunan di daerah tersebut mengalami kemajuan. Sebab, tak dapat dimungkiri, keberadaan ketenagakerjaan merupakan satu dari sekian banyak sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Khususnya dalam upaya pemerintah mengurangi jumlah pengangguran dan penduduk miskin. Berdasarkan data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Bontang 2010, jumlah kumulatif pencari kerja (pencaker) yang terdaftar di Disosnaker berdasarkan pembuatan kartu kuning sebanyak 6.701 orang yang dihitung mulai bulan Januari hingga Juli 2010. Jika dikategorikan total pencaker tersebut, untuk laki-laki terdapat 5.518 orang, sementara perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki yaitu sebanyak 1.183 orang. Sesuai datanya, terjadi pemenuhan lowongan sebanyak 1.051 orang yang terdiri dari laki-laki 972 orang dan 79 orang perempuan. Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bontang Akhmad Suharto mengatakan, jumlah pencaker di kota pengolah gas dan penghasil pupuk urea ini terus meningkat. Bahkan katanya, peningkatan bisa terlihat dari permohonan pembuatan kartu kuning setiap bulannya yang terus bertambah. “Peningkatannya cukup signifikan, jumlahnya berimbang mulai dari tamatan SMP, SMA hingga Strata Satu (S-1). Salahsatu faktornya yaitu suksesnya program pemerintah yang memang melibatkan masyarakat, sehingga terjadi penambahan penduduk di Kota Bontang,” ujar Suharto. Adapun lowongan yang tersedia pada Kantor Disosnaker Bontang sebanyak 1.890 orang terdiri dari 1.568 laki-laki dan 322 perempuan. Dijelaskan Suharto, pencaker bersifat fleksibel, artinya dapat meningkat setiap saat tergantung kebutuhan dan kepentingan masing-masing. “Banyak di antara pencaker itu berbulan-bulan tidak bekerja. Menganggur karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki. Di Bontang, perekrutan pencari kerja bersifat kontrak. Mayoritas perusahaan merekrut tenaga kerja untuk proyek 'Turn Around' atau 'Shut Down', yang biasanya hanya bekisar 1 hingga 3 bulan saja selesai,” tambah Soeharto. (hms4)
|