Momen Ramadhan Tepat untuk Hilangkan Jurang Perbedaan Peringatan Nuzulul Qur'an 1431 H 2010-08-27 15:16:51
TENGGARONG-Peringatan Nuzulu Qu’an 1431 H, yang dilangsungkan di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kamis (26/8) malam lalu berlangsung cukup khusuk. Dengan menghadirkan penceramah Drs KH Azhar MPdi asal Samarinda, dan Qori Internasional Ustadz Ahmad Muhajir asal Jakarta yang melantunkan ayat suci Al Qur'an selama 1 jam lebih menambah suasana peringatan Nuzulu Qur;an memiliki warna berbeda. Dalam acara peringatan Nuzulul Quran itu dihadiri Bupati Rita Widyasari, Wakil Bupati HM Gugfron, Kabag Kesra Ir Syukrawardi, dan sejumlah pejabat lain serta umat muslim di Tenggarong. Rita Widyasari dalam kesempatan itu mengungkapkan, salah satu budaya disetiap bulan ramahan, selain dilaksanakan safari ramadan juga dilaksakanakan peringatan Nuzulul Quran baik oleh intitusi pemerintah maupun non pemerintah. “Hikmah positif adalah terjadinya momentum umat dalam melaksanakan silaturahmi dengan bersama dan terus berlanjut hngga memasuki 1 syawal.nantinya momentum ini sulit untuk kita temukan pada bulan-bulan selain ramadan,” katanya. Menurut Rita, Nuzulul Quran ini sangat berkesan bagi pribadinya, sebagaimana dalam kesempatan safari ramahan yang dilakukan ia menyatakan jabatan bupati adalah produk politik dalam pelaksanaan Pilkada, tentunya meninggal jejak raham politk berupa gesekan, silang pendapatan. Mediasi ramadhan bisa mencairkan semua jurang perbedaan dan menghapus dis singkronisasi sesam kita, maag Allag SWT sangat luas. “Kukar memiliki interaksi sosial dengan dinamika sendiri. Kabupaten ini telah mengalami sejarah pasnag surut, jath bangun yang telah dijalankan oleh para pemimpin pendahulu kita. Namun yang harus diyakini apapun fuktasi sejarah yang dihadapi, tidaklah bermakna tanpa keindahan kebersamaan didalamnya.” ungkapnya. Rita mengaku kalau pada hari itu adalah 56 hari masa kerja dirinya sebagai bupati, tentunya masih banyak hal yang belum dilakukan sekaligus tanggungjawab untuk menjawab PR yang telah menanti, Kerja ini bukanlah keja yang mudah, tapi yakin pasti bisa. ”Bisa melakukan untuk itu saya butiuh dukungan dan kerjasama seluruh pihak dan styak holder daam menjalankan amanah ini. Gerbang Raja atau Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera, sebagai lokomotif pembangunan bagi Kukar miungkn bukanlah sombolisasi pembangunan yang sempurna tapi satu alasan bagi saya Kukar yang sama-sama bagaimana kesejahteraan bisa tercapai,” tandasnya.awi/kip
|