Polisi Ciduk Komplotan Maling Cilik2010-08-27 15:31:09
SAMARINDA-Untuk mendapatkan pakian baru saat lebaran, komplotan maling cilik nekat mencuri helm dan spion sepeda motor, yang parkir dipinggir jalan. Apes, saat sedang bereaksi di salah satu cafe di Jl Juanda, salah satu pelaku tertangkap basah sedang mencuri helm dan spion oleh penjaga parkir. Lalu, pelaku dibawa kerumahnya di Jl Pelita 7 oleh penjaga parkir, untuk menunjukkan rekan-rekan yang diduga sering beraksi mencuri helm dan spion. Sesampai di rumah pelaku di Jl Pelita 7, disana sempat terjadi keributan. Akhirnya, RT setempat melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. "Kami mendapatkan laporan dari warga, soal pencuri yang tertangkap dikawasan Jl Pelita 7 Sambutan. Setelah melakukan koordinasi, akhirnya kami menuju TKP. Kami mendapatkan 1 orang anak bernama Wh (11) ," kata Kapolses Samarinda Ilir Iptu Hasiguan. Lanjut dia, usai dilakukan penyelidikan, ternyata pelaku tidak sendiriaan. Aparat kepolisian lalu mengembangkan kasus tersebut. Akhirnya, petugas berhasil menangkap AW dan AK, kakak beradik yang bertetangga dengan WH. Dalam aksinnya, kata dia, mereka berangkat dari Jl Pelita 7 menggunakan 2 unit sepeda pancal. Lalu, mereka mencari mangsa, meski harus berkeliling Samarinda. Misalnya, Kamis malam (26/8), mereka mengincar sepeda motor dikawasan Jl Juanda, "Mereka sempat berhasil. 6 pasang kaca spion dan Helm sempat mereka curi. Sayangnya, aksi mereka tercium para pekerja di kafe itu," kata Hasiguan. Saat itu Wh membawa tas dan tak menggunakan sepeda, dan langsung ditangkap pekerja kafe. Lalu, Wh dibawa kerumahnnya di Jl Pelita 7 Sambutan untuk menunjukan 2 rekan lainnya. Sayangnya, saat tiba di Jl Pelita 7, para pekerja tidak menemukan 2 rekan lainnya. Berdasarkan saran Ketua RT setempat, aksi WH kemudiaan dilaporkan ke Polsek Samarinda ILir. Saat ditanya wartawan, WH mengaku melakukan aksi nekat ini, karena dibawa 2 rekannya. WH sendiri sebenarnnya memiliki pekerjaan tetap, yakni berjualan koran harian lokal terkemuka di Samarinda. "Tadi saya diajak AK dan AW jalan-jalan menggunakan sepeda milik mereka. Saya tak tahu, kalau ternyata diajak mencuri," kata WH. WH mengaku dari hasil penjualan spion itu, mereka mendapatkan upah sebesar Rp20 ribu. Sedangkan untuk helm, mereka mendapat biaya pergantiaan Rp40.000. M4n
|