Grand Strategi Balikpapan Cukup Dua Program2010-09-01 14:43:01
BALIKPAPAN, Pengamat sosial, transportasi dan ekonomi Balikpapan, Hendra Prasetya, mengatakan walikota Balikpapan ke depan hendaknya mengedepankan program-program yang benar-benar bisa dijalankan dan dikembangkan. ‘’Tahun ini kami sarankan agar pemerintah kota (pemkot) harus memiliki grand strategi diluar program peningkatan taraf hidup masyarakat serta program rutin lainnya. Yang kami maksudkan, munculkan dulu dua program yang benar-benar dikawal dan dimonitor sebaik-baiknya," ujarnya. Menurut Hendra, dua program itu pariwisata dan jasa. Yang lainnya jangan dulu. Karena dipastikan tidak akan jalan dengan baik. "Kota Balikpapan digembar-gemborkan sebagai kota pariwisata, tapi kenyataannya program kearah itu tidak jelas. Pariwisata jangan hanya didukung oleh pembangunan perhotelan dan restoran saja. Tetapi harus benar-benar memiliki konsep matang. Seperti sarana transportasi, budaya, obyek wisata ditata dengan baik dan dipelihara, sarana penunjang lainnya serta promosi pariwisata harus gencar," tandasnya. Ia mencontohkan, Singapura tidak memiliki obyek wisata sejarah, pendidikan, cagar budaya, dan adventure. Tapi ketika wisatawan masuk Singapura mereka sudah dihadapi dengan berbagai tawaran untuk menginap dan menyaksikan berbagai atraksi yang mempesona. Sampai kahadiran rumah sakitpun dimasukkan dalam paket pariwisata. Untuk Balikpapan, kata Hendra ketika memilih program pariwisata yang akan diandalkan sebagai sumber kontribusi maka bidang ini harus benar-benardijalankan. "Apalagi peluangnya sangat besar, seperti berbagai obyek wisata sejarah, udaya dan olahraga, itu bisa kita kemas di Balikpapan. Artinya seperti budaya di Nunukan, kita siapkan satu tempat di Balikpapan. Ketika ada wisatawan datang kita tinggal tunjukkan budaya yang ada didaerah itu, akhirnya wisatawan itu tidak perlu datang ke Nunukan cukup melihat di stand yang ada di Balikpapan. Begitu juga dengan lainnya, jadi perlu memiliki konsep yang jelas terkait pariwisata,’’ tutur Hendra. Ditambahkan ketika Balikpapan menawarkan sebagai kota Jasa. Seharusnya ini disikapi benar sehingga ketika ada yang menanyakan jasa apa yang bisa dinikmati di Balikpapan. Misalnya terkait MICE (Meeting, Intensive, Confrence, Exebition) sudah ada. Namun tidak hanya itu saja, masih ada banyak jasa lainnya yang bisa dinikmati pihak luar. "Selama ini Balikpapan sudah mulai menikmati sebagai kota MICE. Namun tetap harus memiliki konsep lain yang terkait jasa. Sehingga kita tidak hanya sebatas bangga kalau Balikpapan disebut kota Jasa tapi mampu menyikapi berbagai kebutuhan yang ada kaitan dengan Jasa. Ini penting jadi tidak sekedar bicara tapi kita mampu menunjukkan kemampuan kita," paparnya. Untuk itulah, ia berharap diera globalisasi ini Balikpapan harus memiliki grand stategi yang jitu. Pasalnya ketika grand strategi itu mulai jalan maka akan dinikmati oleh banyak pihak. Disisi lain dapat meningkatkan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD), belum lagi masyarakat ikut menikmati kemajuan itu. "Ini pekerjaan yang benar-benar memerlukan kehandalan dan profesionalisme tinggi, bukan sekedar coba-coba," lanjutnya.max
|