Samarinda Gelar Aksi Ganyang Malaysia2010-09-02 13:05:28
SAMARINDA-Sekitar 50 massa yang tergabung dalam Front Ganyang Malaysia berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim Jl Gajah Mada, Rabu (1/9). Mereka terdiri dari mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di Samarinda. Massa meneriakkan perlawanan terhadap Malaysia. Bahkan pengunjuk rasa juga membakar bendera Negara Malaysia. Mereka menilai Malaysia telah merendahkan harga diri bangsa Indonesia, karena itu perlu dilawan. Koordinator Aksi, Nenci menegaskan bahwa Malaysia telah merendahkan bangsa Indonesia dari berbagai sisi, seperti budaya, kedaulatan, dan bahasa. "Bahkan, Malaysia juga bersikap semena-mena terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berada di negara tersebut. Kami melakukan ini atas dasar rasa kebangsaan dan nasionalisme," katanya. Mereka meminta Indonesia bersikap tegas terhadap Malaysia. Selama ini pemerintah masih belum bersikap tegas terhadap Malaysia. Bahkan, pengunjuk rasa siap menjadi sukarelawan untuk dikirim ke Malaysia. Ronal, salah satu pengunjuk rasa menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus yakin bisa menang melawan Malaysia. "Kedaulatan bangsa dan Tanah Air Indonesia harus terus dijaga. Rakyat Indonesia pasti menang," ujarnya. Dalam unjuk rasa tersebut, mereka menyampaikan pernyataan sikap. Para pengunjuk rasa siap berjuang dan berkorban baik jiwa dan raga. Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara tertulis dan lisan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan bilateral terhadap negara Malaysia. Pemerintah mesti menyatakan sikap perang kepada Malaysia. Dan, meminta seluruh rakyat turun berperan aktif dalam menjaga NKRI. Lalu, meminta memperhatikan kesejahteraan anggota Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia yang menjaga perbatasan. Kemudian, mereka meminta pemerintah menindak warga Malaysia yang melakukan kejahatan. Seperti mencuri kayu dan ikan. Selanjutnya, meminta pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia, mendesak Pemerintah bersikap tegas terhadap Malaysia, serta mendesak Pemerintah melakukan mobilisasi umum. aon
|