Bupati/Walikota Diminta Fungsikan Tim Kormonev2010-09-03 21:06:34
SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta seluruh bupati/walikota dapat mengfungsikan tim Kormonev (Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi) sebagai upaya memperkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis, demi mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik. Seperti keterbukaan, bebas dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). "Kembangkan citra positif organisasi pemerintah di tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat percaya dan mau berperan aktif membangun pada masing-masing daerah, agar lebih maju dan mandiri. Untuk itu, perkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dalam mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good gover-nance)," ucap Awang Faroek Ishak, dalam sambutannya pada pelantikan bupati dan wakil bupati Paser beberapa hari lalu. Menurutnya Awang, dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Gover-nance), maka diharapkan SDM aparatur dapat ditingkatkan. Tidak terkecuali pada perangkat daerah di tingkat terbawah mulai dari desa, kelurahan dan kecamatan. Untuk itu, lanjut dia, jangan sampai ada pengangkatan Kades, Lurah dan Camat yang dilakukan atas dasar kedekatannya dengan Kepala Daerah atau dikarenakan yang bersangkutan merupakan Tim Sukses Pemilukada. "Akan tetapi, mereka yang diangkat adalah mereka yang memang memiliki kapabilitas dan kompetensi ilmu pemerintahan yang diperlukan untuk jabatan tertentu,"kata Awang. Selain itu, Awang meminta seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah masing-masing kabupaten/kota, dapat mendukung dan bekerjasama dengan kepala daerah. Dengan menjalankan tugas sehari-hari dan memberikan pelayanan yang terbaik, dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus sesuai tuntutan dan dinamika didalam masyarakat. "Terpenting adalah faktor keamanan. Karena sebagai penentu keberhasilan program pembangunan. Untuk itu, tingkatkan persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat dengan terus berupaya menjalin silaturrahmi dengan seluruh komponen baik etnis maupun organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, demi terwujudnya situasi daerah yang aman, damai dan kondusif, sekaligus mendorong dan menggairahkan partisipasi dan semangat masyarakat dalam membangun," papar Awang.mar/adv
|