H Saraping : Adpel Diskriminasi2010-09-06 13:55:14
SAMARINDA-Dipersulitnya keberangkatan KM Teratai Prima II menuju Pare-pare membuat pemilik kapal H Saraping kesal. Karena, sebelumnya tidak pernah ada masalah, seperti yang terjadi saat ini. "Tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah ada masalah seperti ini. Bahkan tahun kemarin penumpang yang menaiki kapal ini jauh lebih banyak," kata H Saraping. Namun dia tidak kecewa, jika memang aturan diterapkan sesuai dengan aturan pelayaran. Tapi, jangan hanya kepada KM Teratai Prima II. Beberapa waktu lalu. KM Queen Soya Tujuan Pare-pare yang berangkat dari Pelabuhan Samarinda mengangkut penumpang lebih dari kapasitas kapal. "Berdasarkan keterangan orang dalam mereka, kapal itu mengangkut 2.700 penumpang. Ini berarti, ada kelebihan 700 penumpang padahal Adpel hanya membenarkan keberangkatan 2000 penumpang, termasuk dispensasi 30%," kata H Saraping. Kalau demikian lanjutnya, hal ini tidak baik untuk iklim usaha. Kenapa pengusaha lokal harus mendapatkan perlakuan seperti ini. "Harusnnya Adpel bisa memperhatikan pengusaha lokal, bukan memberikan keistimewaan kepada pengusaha luar," kata H Saraping. Sementara Kepala Administratur Pelabuhan Amirullah membantah pihaknya melakukan diskriminasi terhadap KM Teratai Prima II. Menurut dia, tudingan pihaknya memberangkatkan KM Queen Soya mengangkut penumpang hingga 2700 tidak benar. "Justru, kapal itu hanya mengangkut 1700 penumpang dan bukan 2700. Padahal, Adpel memberikan dispensasi kepada kapal itu mengangkut 2.000 penumpang," kata Amirullah. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...