Ratusan Penumpang KM Teratai Prima II Diturunkan2010-09-06 13:56:06
SAMARINDA-Keberangkatan KM Teratai Prima II, Minggu (5/9), seharusnya berangkat pukul 10.00 wita, tapi molor hingga pukul 14.40 wita. Penyebabnya, karena banyak penumpang gelap diatas kapal, sehingga ratusan penumpang tak resmi itu diturunkan, karena tak memiliki tiket. "Ini hanya persoalan lemahnnya manajemen KM Teratai Prima II, yang ternyata tidak bisa mengatur jumlah penumpang sesuai ketentuan pelayaran," kata Kepala Adminitrator Pelabuhan Samarinda Amirullah kepada Poskota Kaltim, Minggu (5/9) kemarin. Menurut Amirullah, pihaknya tak bisa mengeluarkan surat ijin berlayar, karena jumlah penumpang melebihi kapasitas daya tampung kapal. "Berdasarkan ketentuan, kapal itu hanya mampu memuat 500 orang. Adpel sudah memberikan toleransi sebanyak 30%, sehingga bisa mengangkut 750 orang," kata Amirullah. Namun ternyata, kata dia, ketika dicek, selain jumlah penumpang yang tercatat dimaniface sebanyak 750 orang, masih banyak penumpang berada diatas kapal tanpa masuk dalam daftar maniface. "Inikan bukti bahwa penumpang ternyata telah melebihi kapasitas ambang kekuatan kapal," kata Amirullah. Atas dasar itu, lanjutnya, pihaknya bersama petugas Pelindo, dan kepolisiaan melakukan pemeriksaan tiket penumpang. Alhasil, ratusan penumpang tidak bertiket diturunkan. "Ini merupakan bukti bahwa ada ketidak beresan manejemen pengelolaan tiket penumpang. Padahal beberapa waktu lalu, mereka sepakat akan memperbaiki sistem pengelolaan tiket penumpang," tandasnya. PAGAR PELABUHAN DIJEBOL Para penumpang KM Teratai Prima II yang tidak terangkut mengamuk dan menjebol pagar pembatas ruang tunggu penumpang, agar bisa masuk ke dermaga. Lalu, mereka mencoba menaiki kapal dari pagar bagiaan belakang dan depan. Setelah sekitar 3 jam menunggu, akhirnya pemilik kapal menemui penumpang dan berjanji akan menyeleksi kembali penumpang yang telah naik keatas kapal. MANAJEMEN AMATIR Sementara Ani, warga asal Berau, penumpang KM Teratai Prima mengaku kecewa dengan pihak manajemen kapal. Dirinya merasa ditipu agen penumpang KM Teratai Prima II, yang berjanji akan memberikan tiket kepadannya. Padahal dirinya telah membayar uang kepada ABK KM Teratai sebesar Rp200 ribu untuk biaya tiket. "Saya sudah 2 hari diatas kapal. Dan uang itu juga sudah saya serahkan, tapi kenapa hingga saya diturunkan petugas tiket tidak saya terima," kata Ani sambil meneteskan air mata. Setelah tertunda 5 jam, akhirnnya Adpel memberangkatkan KM Teratai Prima Dua sekitar pukul 14.45 wita dengan tujuan Pare-pare Sulawesi Selatan. M4n
|