Theo Diduga Berada di Palu2010-09-07 11:14:06
BALIKPAPAN, Keberadaan pelaku dugaan penilep dana kredit agribisnis Depertemen Koperasi dan UKM sebesar Rp. 1,35 miliar mulai terendus. Menurut salah seorang mitra usaha atau sahabat karib Dwi Setio (Theo, red) kalau dia diduga berada di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) dia bekerja sebagai penjahit juga membuka salon hanya saja dimana persisnya itu yang belum kami ketahui, tapi dia ada disana (Palu, red). Menurut Rusdie T Sanua, rekan bisnisnya selama dia berusaha di Balikpapan mengatakan kalau Theo memang pinter berusaha namun usahanya sangat tidak masuk akal. "Jujur saya kaget setelah mengetahui mantan kepala Disperindagkop Asranuddinsyah, AS, SE, MSi, dinyatakan sebagai tersangka bersama Kadisperindakop Kaltim Irianto Lambri. Padahal itu ulah Theo yang memalsukan semua tanda tangan selanjutnya dana miliaran itu cair. Kalau saya lihat ketika itu ada anak buah Asranuddinsyah, yang dimanfaatkan dalam urusan pencairan dana agribisnis 2004 Rp. 1,35 miliar. Kami sempat diperiksa Kejaksaan Negeri ketika itu termasuk Theo, namun kenapa Theo dilepas. Padahal sebelumnya dinyatakan dia bersalah dan akan ditahan,"katanya. Rusdie pengusaha konveksi juga mantan Ketua Asosiasi Penjahit dan Konvensi Balikpapan (Apeksib) mengetahui persis kelakuan dan sepak terjang Theo.Sebagai anggota Apeksib, selanjutnya Theo dikirim ke Jakarta mengikuti pelatihan usaha kecil dan menengah di Kementerian Koperasi, tahun 2004 lalu begitu pulang dari pelatihan ditawari satu program kredit untuk angribisnis perkebunan dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dari APBN. Dengan kucuran dana Rp. 1,35 miliar berupa dana segar untuk pemberdayaan masyarakat melalui koperasi. Dari program pengentasan kemiskinan dan pengangguran pasca krisis moneter, diduga Theo membuat proposal fiktif. Yang seolah-olah sudah menjalankan sentra perkebunan nanas di Km 17 Karang Joang. Bahkan, Theo memfoto kebun nanas di Km 17, meskipun itu punya orang. "Entah punya siapa itu, semua kebun difoto-foto untuk proposal untuk mendapatkan dana dari APBN tersebut, Theo memakai sebuah koperasi yang sudah mati atau tak ada kegiatan sama sekali dan ternyata koperasi itulah yang belakangan dinamakan koperasi Hidup Baru yang seolah-olah punya sentra kebun nanas di Km 17," lanjutnya.max
|