Korban Ledakan Safty Tank Kesulitan BiayaKeluarga berharap uluran tangan dermawan 2010-09-07 11:20:58
BALIKPAPAN, Nasib Hj Miti, korban ledakan safty tank Water Closed (WC) Kamis (3/9) lalu hingga kini masih dalam kondisi kritis di RS Tentara DR Harjanto Balikpapan . Warga Jl Blora 2, Gg Maduratna, RT 21 NO 45, Markoni, Balikpapan Selatan, ini belum bisa bergerak banyak, dia masih menderita akibat luka bakar dan kini bersiap untuk menjalani operasi lanjutan. Pihak keluarga kini mengaku kesulitan dana pengobatan, kami betul-betul berharap kepada pihak-pihak yang mau peduli dengan keadaan adik saya (korban,red), kami sangat butuh bantuan dan untuk pengobatan yang membutuhkan dana cukup besar, kata H Midin (55) kakak korban saat ditemui di Ruang ICU RS Tentara DR. HardjantoBalikpapan, kemarin. Dia akan menjalani operasi kembali dilakukan sesuai jadwal dan ini merupakan operasi kedua dan operasi kedua ini dana pengobatan itu seluruhnya merupakan dana yang berasal dari dana pribadi disinilah kesulitan kami unhtuk mendapatkan dana besar untuk operasi, padahal H Hafid, hanya seorang tukang cukur. Praktis, pihak keluarga korban kini mengaku kesulitan mendapatkan dana yang cukup besar olehnya sanhgat berharap ada pihak-pihak lain yang tergerak untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan operasi korban, harapan keluarga saat ini bergantung kepada kemurahan hati para dermawan termasuk Pertamina. Sebelumnya pihak Pertamina sendiri mengaku akan memberikan bantuan kepada korban ledakan yang dipicu oleh gas, baik itu ledakan yang diduga akibat kebocoran tabung gas 3 kg maupun 12 kg kendati dugaan sementara ledakan itu justru karena gas metana yang ada dalam safty tank WC korban, bukan dari tabung gas LPJ baik untuk ukuran 3 Kg maupun 12 Kg. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hj Miti (45) warga Jl Blora 2, Gg Maduratna, RT 21 NO 45, Markoni, Balikpapan Selatan terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius akibat terjadinya ledakan yang mengakibatkan semburan nyala api yang diduga kuat berasal dari Safty Tank WC yang mengandung metana karena tidak ada corong udara sebagai pembuangan gas. Kuat dugaan, WC korban tidak ada ventilasi udara dari sapitank menimbulkan gas metana yang terus bertambah dan dapat meledak apabila terdapat percikan api sebagai penyulutnya dan itu terbukti terjadi ledakan yang keras berasal dari kamar mandi di belakang dapur, tampak WC jebol akibat ledakan itu dan api menyambar hingga ke ruang lain di rumah korban. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), kemarin, tampak ruang WC mengalami jebol pada bagian lantainya, WC tersebut berada tepat di atas septictank yang tak dilengkapi pipa pembuangan gas atau pun luapan air, korban lain juga H Hadif, suami Hj. Metti, korban yang kini masih dirawat intensif di RS DR Hardjanto. max
|