Penyaluran TPKKP di Kukar Nyaris RicuhPensiunan Kecewa Kinerja Panitia
2010-09-07 11:33:23
TENGGARONG- Penyaluran Tambahan Perbaikan Kesejahteraan Pegawai Pensiunan (TPKPP) 2010 kepada para pensiunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kemarin (Senin 6/9) nyaris diwarnai kericuhan. Pada awalnya, ratusan pensiunan PNS mengantri dengan teratur berdasarkan nomor antrian untuk mendapatkan TPKPP yang disalurkan Pemkab Kukar di Sekretariat Task Force samping Kantor Satpol PP. Namun panjangnya antrian membuat sebagian orang yang mengantri menjadi ridak sabar, apalagi harus mengantri di depan kantor yang terbuka, sehingga sinar matahari yang sekalipun kemarin tidak terik tapi cukup membuat suhu badan naik, menimbulkan rasa pegal berdiri. Itu pula yang membuat sedikit emosi. Secara fisik, dengan usia pensiunan itu dapat dimaklumi kenapa mereka tidak tahan menunggu antrian berlama-lama dan akhirnya desak-desakan saling ingin mendahului masuk pintu kantor Task Force tempat pengambilan TPKKP pun terjadi. Nomor antrian pun sudah tidak dihiraukan dan ujung-ujungnya, anggota Satpol yang menjaga pintu pun menjadi sasaran umpatan nada tinggi dari pengantri yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang berusia lanjut. Kebanyakan mereka yang tidak sabar adalah yang datang dari kecamatan luar Tenggarong, dengan alasan tempatnya jauh dan harus cepat pulang serta tidak ingin harus kembali lagi mengantri esok harinya karena tidak sempat mengambil TPKKP nya. "Bagaimana ini, kami ini sudah tua. Kenapa harus negantri berlama-lama di luar. Kalau tidak tahu cara kerja, tanya sama kami yang pensiunan ini," teriak salah seorang kakek yang kelihatan berkeringat karena kelamaan berdiri di depan pintu. Luapan emosi tersebut pun disambut pengantri lainya yang juga sudah tidak sabar menunggu terlalu lama, dengan berdiri tanpa tempat duduk. Untungnya, keributan tidak berlanjut karena selain menyadari sedang menjalankan ibadah puasa, panitia pun bisa meredakan emosi pengantri dengan menyilahkan masuk secara berkelompok. Beberapa orang yang ditemui Poskota Kaltim mengatakan sangat kecewa dengan sistem penyaluran TPKKP tahun ini. Pasalnya, mereka harus mengantri berdesak-desakan di ruang terbuka, itu berbeda jauh dibanding penyaluran TPKKP tahun lalu yang dilakukan di bagian keuangan dalam ruangan dengan sejumlah loket pelayanan. Semua bisa berjalan dengan baik dan tertib. Ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya antrian tidak perlu terjadi, karena bisa saja penyaluran TPKKP dilakukan di Pos layaknya ketika pensiunan saat mengambil gaji atau tunjangan pensiunan. Atau bisa juga dilakukan di masing-masing kecamatan dengan pengambilan TPKKP diwakilkan tiap kecamatan untuk disalurkan di masing-masing kecamatan. "Apalagi ini waktunya dibatasi sampai tanggal 8 September dan katanya, kalau terlewat dianggap hangus. Jadinya ya begini, semua datang serempak di satu tempat dan harus antri di ruang terbuka di bawah sinar matahari. Menurut saya wajar saja kalau ada yang ngomong panitia tidak bisa kerja," kata salah seorang ibu yang mengaku ikut datang ke antrian untuk mengambilkan TPKKP orang tuanya yang sudah lama pensiun. Untuk diketahui, besaran TPKKP bagi pensiunan di lingkungan Pemkab Kukar Rp 600 ribu per orang dan penyaluran TPKKP tersebut dilakukan tiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri. Selain TPKKP, kemarin Pemkab Kukar juga mulai membayarkan Tambahan Penghasilan PNS (TPP) 2010 kepada Pegawai Negeri Sipil. Bendahara Urusan Gaji Sekretariat Kabupaten Kukar, Alfiannoor Kasim mengatakan, pembayaran TPP bagi PNS di lingkungan Sekretariat Kukar dapat diambil di Bendahara Urusan Gaji Bagian Keuangan. Alfiannoor Kasim menjelaskan, TPP yang dibayarkan tahun ini beragam, untuk golongan I dan II TPP yang dibayarkan sebesar Rp 1.100.000,-, untuk golongan III dan IV sebesar Rp 1.600.000,- dipotong pajak 15 persen, maka untuk golongan III dan IV setelah pajak menerima Rp 1.350.000,-. yd
|