Perusahaan Tambang Wajib Peduli Lingkungan2010-09-07 11:45:09
SAMARINDA-Perusahaan tambang yang selama ini mengeruk harta kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltim diminta memperpedulikan dampaki lingkungan diareal lokasi tambang batu bara. Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak. Menurutnya, peduli lingkungan yang dimaksud tidak hanya lingkungan di lokasi tambang harus direklamasi kembali, sehingga tak rusak setelah ditinggalkan, tetapi juga masyarakat yang ada di sekitarnya, harus benar-benar diperhatikan, terutama kesejahteraannya. “Ingat, masyarakat di sekitar juga perlu diberdayakan. Saya melihat perhatian dari perusahaan tambang masih sangat minim. Ini memprihatinkan, dan tentu saja harus terus menjadi perhatian serius,” ujar Awang Faroek, kemarin. Menurutnya, salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat adalah Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi selama ini belum dilakukan maksimal. Ia mengingatkan, pasti ada sanksi yang diberikan kepada perusahaan. Jika, ada perusahaan yang belum memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat sekitarnya. Artinya, sanksi itu baik spontan diberikan masyarakat di sekitar perusahaan yang tak merasakan dampak dari keberadaan perusahaan yang bersangkutan atau dari pemerintah, karena memiliki tanggungjawab dalam melakukan pembinaan terhadap perusahaan tersebut. “Kan kita lihat, banyak reaksi masyarakat yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai tak mempunyai kepedulian terhadap sekitarnya. Jadi, hal ini tentu jangan sampai terjadi,” jelasnya. Disinggung soal SDA Kaltim yang kemungkinan habis setelah dikeruk, dan hanya meninggalkan kehancuran lingkungan, menurutnya itu juga menjadi perhatian serius dari pihaknya. Karena itu, beberapa waktu terakhir ini Pemprov Kaltim terus konsentrasi mengembangkan beberapa potensi Kaltim, misalnya soal kelapa sawit. Menurutnya hal ini penting, sehingga pada saatnya nanti Kaltim tak akan menyesal, karena semua SDA yang ada sudah habis. “Karenanya, tentu harus ada langkah antisipasi terhadap kemungkinan habisnya SDA di Kaltim, ya dengan mengembangkan kelapa sawit, misalnya. Di mana, seperti yang telah dilakukan di beberapa daerah di Kaltim,“ pungkasnya. mar
|