Pembangunan Proyek PLTGB di Sekolaq Darat Molor Suyono :Perpanjangan 3 Bulan, Koordinasikan ke PT PLN Wilayah Kaltim
2010-09-07 15:49:40
SENDAWAR-PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Ranting Melak, Kutai Barat, terpaksa memberikan toleransi kepada PT Citra Daya Nusantara (CDN) yang merupakan perusahaan kontraktor pengerja pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) di Kampung Royok, Kecamatan Sekolaq Darat yang diharapkan memasok daya 6 (enam) MB dan merupakan proyek dari PT PLN Wilayah Kaltim untuk PT PLN Ranting Melak. Seperti yang terpublikasi dalam siaran pers ke sejumlah media akhir tahun lalu, pembangunan pembangkit listrik gas batubara tersebut akan selesai dan mulai beroperasi paling lambat akhir Bulan Agustus atau awal September 2010.Tetapi dalam pengerjaannya proyek tersebut molor, tidak selesai tepat waktu. "Pengerjaan proyek besar oleh PT CDN itu awalnya diperkirakan selesai pada Agustus atau September 2010, tapi dalam perjalanan waktu ada sedikit kendala internal yang terjadi di perusahaan kontraktor pengerja tersebut, sehingga PT PLN belum bisa memungsikannya pada Agusutus atau September mendatang, padahal itu adalah proyek dari PT PLN Wilayah Kaltim," ungkap Suyono, Direktur Utama PT PLN Ranting Melak kepada Poskota Kaltim, Minggu (05/09/2010) diruang kerjanya. Dia juga mengatakan keterlambatan pengerjaan pembangkit listrik bertenaga batubara tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Katanya, wajar jika ada kritik berbagai pihak terhadap PT PLN yang memperkirakan semula rampung dan siap pakai operasi pada akhir 2010, ternyata melenceng dari perkiraan. Meskipun ada keterlambatan dalam pengerjaan proyek listrik raksasa dan bertenaga batubara pertama di kubar itu, tambah Suyono, PT PLN akan mendesak pihak kontraktor untuk segera merampungkan pekerjaannya, karena proyek listrik batubara itu sangat mempengaruhi pasokan listrik dalam Kota Sendawar dan kecamatan lain di sekitarnya. "Kami memberikan jangka waktu perpanjangan 3 bulan, karena konstruksi bangunannya sudah ada dilapangan tetapi belum berdiri. Kalau 3 bulan mendatang sudah ada penambahan realisasi pengerjaannya maka PT PLN akan menambahkan lagi waktu, tetapi jika tidak maka kembali dikordinasikan ke pemerintah daerah dan PT PLN Wilayah Kaltim," imbuhnya, namun tidak memberikan keterangan jelas, kendala internal apa yang terjadi di proyek raksasa itu . Hingga berita ini diturunkan pihak Mangement PT CDN belum dapat dikonfirmasi, begitu juga GM PT PLN Wilayah Kaltim, belum berhasil dihubungi oleh Poskota Kaltim.imr
|