Awang: Perluasan Perkebunan Mutlak DilakukanDemi Capai Target 1 Juta Hektar Sawit di Kaltim
10:51:56 2010-09-14
SAMARINDA-Demi mencapai target 1 juta hektar sawit di Kaltim, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim akan melaksanakan salah satu program yaitu merevitalisasi perkebunan. Karena itu, perluasan dan peremajaan perkebunan sawit mutlak dilakukan. "Program 1 juta hektar sawit dilaksanakan dengan dasar pemikiran, karena perkebunan sawit memiliki prospek cerah sebagai sektor andalan pengganti migas di masa mendatang. Karena, seperti diketahui, migas merupakan salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang tak dapat diperbaharui. Suatu saat potensinya akan habis dan tidak bisa diandalkan lagi. Perkebunan kelapa sawit terus dikembangkan, karena sumber daya dan lahan yang tersedia, kesesuaian agro ekosistem, prospek pemasaran, serta adanya dukungan dan kebijakan pemerintah," jelas Awang Faroek Ishak beberapa waktu lalu. Saat ini, kata Awang, potensi lahan yang tersedia bagi pengembangan perkebunan di Kaltim terdapat 4,6 juta hektar. Hingga kini luas areal perkebunan sawit yang sudah dimanfaatkan dan dikembangkan sejak 1982 silam diperkirakan mencapai 700 ribu hektar lebih. Terdiri dari plasma atau yang diusahakan rakyat, BUMN dan perkebunan besar swasta (PBS) dengan produksi 2,5 juta ton TBS dan sekitar 100 ribu ton crude palm oil (CPO) beserta turunannya per tahun. "Dari 302 perusahaan yang mendapat ijin lokasi, sebanyak 103 perusahaan telah memegang ijin HGU. Dengan bertambah banyaknya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kaltim, maka luasan lahan perkebunan kelapa sawit akan semakin bertambah, sehingga Kaltim optimistis produksi target 1 Juta Hektar Sawit sampai 2013 akan dapat terpenuhi," ujarnya. Awang mengatakan, ditetapkannya Kaltim sebagai Klaster Industri berbasis Pertanian Oleokimia, dikarenakan Kaltim memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar dan memproduksi CPO. Selain itu, di Kaltim telah direncanakan kawasan pendukungnya melalui pembangunan rel kereta api, untuk pengangkutan kelapa sawit dan pembangunan kawasan industri KIPI Maloy di Kutai Timur. "Di tahun 2010 ini, pengembangan pembangunan pabrik CPO akan dilakukan pada 12 perusahaan, dengan kapasitas 565 ton TBS/jam. Sebagian besar belokasi di Kutai Timur dan Berau sedangkan 1 pabrik dibangun di Kutai Barat. Namun demikian Pemprov Kaltim mengharapkan agar setiap perusahaan tidak hanya fokus pada pengolahan CPO, tetapi berusaha mengembangakan industrinya agar dapat pula menghasilkan produk olahan industri lainnya yang bermanfaat dan berpeluang ekonomis,"terang Awang. mar/adv
|