Jaang Ultah ke 46 di Hari Idul Fitri2010-09-14 11:31:21
TATKALA bulan sabit 1 Syawal mengintip jagat raya, pikiran dan perasaan kita, alam jiwa kita berganti rasa sedih, lega dan bahagia, berkecamuk dalam dada. Sedih karena meninggalkan Ramadhan, bahagia karena aneka amal ibadah telah menghiasi dan berada di hari raya Idul Fitri. Lebih istimewa lagi dialami Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang, yang bersamaan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid, usianya genap 46 tahun. Syaharie Jaang yang mendapat gelar kesultanan Kutai Tumenggung Anum Praja ini lahir 9 September 1946 di Long Pahangai, Kutai. Di hari kelahiran yang genap ke 46 tahun ini, merupakan anugrah luar biasa. Bukan hanya karena bersamaan dengan hari lebaran saja, namun hari lebaran saat itu jatuh pada hari Jumat. Jaang, yang juga calon walikota Samarinda 2010-2015 ini, pada hari ulang tahunnya ini, kelahirannya secara tak langsung pun dirayakan bersama umat muslim, dengan bersama-sama merayakan kemenangan umat Islam yang telah kembali fitrah. “Dengan modal kefitrahan itu, saya berharap umat Islam di kota Samarinda terus menjadi pelopor dan insan pembangunan yang aktif, kreatif, inovatif, peka dan peduli terhadap sesama. Mudah-mudahan juga, ada petanda baik dan ridho Allah atas hari kelahiran saya yang ke 46 tahun ini, bersamaan dengan Idul Fitri dan jatuh di hari Jumat. Tentunya, ini kebaikan bagi kota Samarinda,” tutur Jaang didampingi istrinya Hj Puji Setyowati saat open house di kediamannya, Jumat (9/9). Sedikit mengulas hari istimewa Jumat, bagi umat Islam hari Jumat adalah hari yang sangat mulia, karena pada hari itu terdapat keistimewaan yang tidak didapatkan di hari lain. Beberapa hadits Rasulullah menyebutkan keistimewaan tersebut, diantaranya pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, dimasukkan ke surga, diturunkan ke dunia, dan diterima taubatnya. Selain itu hari Jumat juga sebagai hari dikabulkannya doa, bahkan pada hari Jumat pula hari kiamat akan terjadi. Hari Jumat juga dikenal sebagai sayyidul ayyaam wa‘idul muslimin (penghulu hari dan hari raya umat Islam). MUTIARA Masih dalam hari bahagianya, Syaharie Jaang sore harinya juga dikejutkan salah satu tokoh pemuda yang berlebaran, sembari memberikan kado sebuah bingkai foto tergores mutiara kata yang mengartikan satu per satu nama dari Syaharie Jaang. Hadiah tersebut diberikan langsung oleh Suaib Daeng Mone. Dalam bingkai menguraikan, Syaharie Jaang sebagai berikut, S= semua, Y= yang, A=ada, H= hanya milik, A= Allah, R=rahasia, I= Illahi yang, E= Esa. J= jangan pernah lupa, A=amanah besar Allah, N=Nawaitunya, G=Gerakan Pembangunan Samarinda di Semua Sektor. Jaang juga mengemukakan, adanya jajakan beberapa warga kepada dirinya untuk membentuk komunitas 9 September, karena 9 September 2010 merupakan hari luar biasa bagi mereka. hms2/adv
|