Kukar Kehilangan Salah Satu Pelatih Olah Raga2010-09-15 09:42:19
TENGGARONG, Para pencinta olah raga khususnya sepak bola Kutai Kartanegara Tenggarong, kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Ia pernah dikenal sebagi pemain sekaligus mantan pelatih sepak bola yang dulunya dikenal dengan nama Basyuni Ali bin Muhammad Ali atau lebih akrab dipanggil dengan nama Pak Buntal. Pria kelahiran ,Muara Kaman ,23 Januari 1943 ( 67 thn ) itu telah berpulang kerahmatullah pada hari, Kamis, 09- September -2010 pukul 15.25 Wita di Rumah Sakit Umum AM Parikesit Tenggarong akibat serangan jantung. Jenazah telah dikebumikan pada hari Jum’at, 10 September 2010 ( bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah di Kuburan Muslimin Rondong Demang Tenggarong, meninggalkan 1 istri, 7 orang anak dan 10 orang cucu. Ia selain dikenal sebagai pemain, pelatih sepak bola di Era 60-an hingga tahun 2007-an juga dikenal sebagai guru olahraga dibeberapa sekolah di Tenggarong, seperti SMPN l, SMOA ( Sekarang SMAN 1 ), SMEP ( Sekarang SMEA ) , dan KPG. Bakan sempat mengadikan diri sebagai PNS Sejak tahun 1968 mengawali karirnya sebagai guru olahraga di SMPN 1 Tenggarong, SMOA, SMEP ( SMEA sekarang ) hingga tahun 1987, kemudian dilantik menjadi Kepala SMPN Muara Kaman Priode 1987 – 1992, setelah itu dimutasikan ke Kanwil Dikmenum Samarinda hingga tahun 1995 . Sejak tahun 1996 – 1997 hingga menjelang pensiun tahun 2000 beliau mengabdikan diri sebagai Guru olahraga dan Guru BP di SMAN 2 Tenggarong. Walaupun telah pensiun oleh Pemkab Kukar melalui Ketua Koni yang waktu itu masih dijabat oleh H Samsuri Aspar beliau dikaryakan sebagai Pembina olahraga di Kantor Koni Kukar Tenggarong . Sementera itu salah seorang putra tertuanya, Belly merasa berduka atas peristiwa ini, karena disaat kaum muslimin dan muslimat berbahagia menyambut hari kemenangan namun Allah SWT berkata lain. "Ayahnda kami tercinta dipanggil menghadap Illahi, tapi kami sadar dan harus ikhlas melepas kepergiannya," katanya. Selanjutnya, juga menambahkan atas nama keluarga besar Basyuni Ali ( Buntal ) memohon maaf apabila ada salah atau khilaf selama hayat beliau. Talk lupa iapun juga menyampaikan terima kasih yang sebesar–besarnya atas kesedian warga yang datang melayat kerumah duka.hmp4
|