Kukar Butuh Panti Penampungan Orang Jompo dan Anak TerlantarSelama Ini Penyandang Sosial Dikirim ke Samarinda
2010-09-15 08:58:56
TENGGARONG – Bagi warga Kutai Kartanegara yang mengalami dan menyandang status sosial seperti orang tua jompo, anak terlantar, wanita korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta trafficking acap dirujuk ke panti sosial di Samarinda. Padahal setiap tahun di Kukar ada sekitar 20 hingga 30 orang yang harus direhab status sosialnya. Baik itu jompo, anak terlantar maupun penyandang masalah sosial lainnya. Kepala Seksi Pelayanan Sosial, Lanjut Usia dan Anak Terlantar pada Dinas Sosial Kukar, Supriyanto belum lama ini mengatakan, jika selama ini pihaknya menerima dan dititipi untuk penanganan orang tua jompo dan anak terlantar, maka pada akhirnya harus dirujuk ke panti yang ada di kota Samarinda. ”Karena di Kukar belum memiliki fasilitas penampungan (Panti, red) tersebut,” ujarnya. Dikatakan, sebelum mengirimkan orang tua jompo maupun anak terlantar untuk dititipkan di panti yang di kelola Dinas Sosial Kota Samarinda itu, pihaknya harus menghubungi pihak pengelola panti untuk mendapatkan kepastian tempat penampungan. ”Jadi, kita tidak antar lalu tinggalkan begitu saja di panti,” ujar Supriyanto. Menurutnya, Kukar dengan penduduk di atas 600 ribu jiwa saat ini idealnya harus memiliki sebuah panti untuk menampung para manusia lanjut usia (Manula) atau Jompo dan Anak Terlantar. Ia menambahkan, yang ada saat ini dan dikelola Dinas Sosial Kukar baru Panti Asuhan bagi Anak Yatim Piatu dan dari Keluarga Sangat Miskin yang ada di Jl Pesut, Kelurahan Timbau, Tenggarong. Bagi orang tua jompo yang telah masuk panti, menurut Supriyanto hampir dipastikan tidak akan pernah keluar lagi. "Sebagian besar mereka akhirnya meninggal dunia di panti,” ujarnya. Sedang bagi panti yang menampung anak terlantar, mereka diberikan fasilitas pendidikan, makan, kesehatan dan hiburan semuanya secara gratis. ”Negara melalui APBN dan APBD yang membiayai mereka,” katanya. Dikatakan, untuk pembangunan fisik panti jompo dan anak terlantar di Kukar menurutnya terus diusulkan pihaknya setiap tahun anggaran, hanya saja sekarang ini belum direspon pihak panitia anggaran eksekutif maupun legislatif. ”Namun saya yakin, insya Allah di tahun 2013 di Kukar sudah berdiri panti yang menampung para Jompo dan Anak Terlantar,” harapnya. (hmp)
|