BKPP Kukar Gelar Lomba Cipta Menu 3 BKecamatan Loa Kulu Raih Dua Juara Untuk Dua Kategori 2010-09-15 09:01:23
TENGGARONG - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kutai Kartanegara menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi dan berimbang (3 B) tingkat kabupaten yang berlangsung di Parai Kumala Tenggarong, beberapa hari lalu. Hadir dalam acara tersebut, Ketua PKK Kukar Hj Asih Kurnia Ghufron, Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kukar, unsur Muspika Tenggarong dan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kukar. Ketua panitia yang juga Kepala BKPP Kukar, Fadli Ardin mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda nasional tahunan, dimana masing-masing provinsi diminta untuk mengadakan kegiatan tersebut mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga lomba tingkat nasional. Dalam rangka melaksanakan kegiatan dimaksud, Kukar menggelar lomba cipta menu 3 B tingkat kabupaten yang diikuti 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kukar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sangat diperlukan guna membangun bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan di era globalisasi. Generasi yang tangguh harus mulai dibentuk sejak dini, terutama sejak anak masih berada dalam kandungan dan pada masa emas pertumbuhan, yakni 1-2 tahun. "Pada masa usia ini, zat gizi berperan besar dalam perkembangan otak, fisik dan mental," kata Fadli Ardin. Asupan gizi yang cukup sangat dibutuhkan dalam mencetak generasi yang memiliki SDM berkualitas dan berkemampuan untuk bersaing di tengah kemajuan saat ini. Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar Hafidz Anwar yang membuka acara ini mengatakan, penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi pada dasarnya merupakan pondasi dari ketahanan pangan. Bermula dari pandangan ahli gizi yang menyatakan bahwa pangan yang beragam akan dapat memenuhi kebutuhan gizi manusia. Lanjut Hafidz Anwar, bagi produsen, penganekaragaman komsumsi pangan dan gizi akan memberi insentif pada produksi yang lebih beragam, termasuk produk pangan dengan nilai ekonomi tinggi dan pangan berbasis sumber daya lokal. " Jika ditinjau dari sisi komsumen, pangan yang dikomsumsi menjadi lebih beragam, bergizi, bermutu dan aman," kata Hafidz yang membacakan sambutan tertulis Bupati Rita Widyasari. Dikatakan, kebijakan percepatan penganekaragaman komsumsi pangan dan gizi adalah, mendorong penganekaragaman pola komsumsi pangan masyarakat berbasis pangan lokal agar hidup sehat dan produktif, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta mendorong pengembangan teknologi pengolahan pangan, terutama pangan lokal non beras dan non terigu, guna meningkatkan nilai tambah dan nilai sosialnya. Dalam kesempatan itu, Hafidz Anwar berpesan, bagi yang kalah janganlah berkecil hati dan teruslah berkreasi, dan bagi yang menang diharap segera persiapkan diri untuk membuat karya yang lebih baik. Sehingga bila mengikuti lomba pada jenjang selanjutnya (tingkat provinsi dan nasional, red) sudah bisa menjadi yang terbaik serta dapat mengharumkan nama daerah.Untuk diketahui, hasil penilaian dewan juri pada lomba tersebut, untuk kategori lomba membuat kue, juara I diraih Kecamatan Loa Kulu, juara II Kecamatan Sangasanga, juara III Kecamatan Samboja dan pemenang harapan I diraih Kecamatan Muara Jawa. Sementara untuk kategori lomba cipta menu 3 B, juara I diraih Kecamatan Loa Kulu, juara II Kecamatan Kota Bangun, juara III Kecamatan Tenggarong dan pemenang harapan diraih Kecamatan Muara Jawa. Para pemenang mendapatkan hadia berupa peralatan memasak, piala serta piagam. (yd/hmp)
|