Dari Halal Bihalal DisdukcapilLakukan Perubahan Birokrasi Menuju Perbaikan Kinerja
2003-01-01 03:08:15
TENGGARONG - Masih dalam suasana Idul Fitri 1431 Hijriyah, Kamis (16/9) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara menggelar halal bihalal. Acara dihadiri seluruh pegawai Disdukcapil dan sejumlah undangan para Kepala dan Sekretaris Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Kepala Disdukcapil Edi Damansyah dalam sambutannya menyampaikan, digelarnya halal bihalal tak hanya sekedar seremonial tapi merupakan ajang untuk saling memaafkan sesama pegawai yang mungkin saja selama setahun bergaul ada terdapat kesalahan baik tingkah laku, tutur kata dan ucapan yang menyinggung perasaan. Ramadan menurut Edi telah menempa kita agar sabar dan disiplin serta mampu menahan diri dari hal-hal negatif. Kini ramadan telah berlalu, kita bertekad terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas diri dan kedisiplinan terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini Disdukcapil sebagai lembaga pelayanan publik dituntut masyarakat agar dapat memberikan pelayanan yang tepat, cepat dan memuaskan. Untuk menghadapi derasnya tuntutan itu, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau para aparat harus siap melaksanakan amanah itu. Dalam kesempatanya, Edi Damansyah berharap kepada para pegawai dilingkup Disdukcapil agar terus melakukan perubahan birokrasi pelayanan menuju kepada perbaikan kinerja. "Ini momentum yang sangat tepat, berikanlah sesuatu yang terbaik kepada masyarakat " pinta Edi Damansyah. Sementara H Nasrun saat memberikan uraian hikmah halal bihalal menjelaskan, makna Idul Fitri bukan terletak pada pakaian serba baru dan makanan yang lezat tapi esensi Idul Fitri membentuk manusia taqwa dan kepatuhan dan kedisiplinan terus bertambah. Lanjut Nasrun, diakui kini terjadi polarisasi di kalangan umat Islam yakni seharusnya menjelang akhir Ramadan umat islam diperintahkan untuk meningkatkan kadar amal tapi sayang justru banyak umat yang disibukkan berbelanja dipusat-pusat perbelanjaan atau sibuk memasak di dapur untuk hidangan di hari raya atau direpotkan dengan tradisi mudik yang menguras fisik, sementara masjid dan langgar kosong. Lebih jauh diuraikan, Syawal artinya peningkatan kualitas diri dan halal bihalal artinya membolehkan, mengikhlaskan dan meredhokan jika ada kesalahan dalam pergaulan. Sebab ciri orang taqwa adalah mau dengan ikhlas memberi maaf dan memaafkan. Dikatakan pula ciri orang taqwa itu adalah bersedia menerima kritik. Kritik bukan dianggap menyerang tapi merupakan media instropeksi diri untuk melakukan perbaikan. Selanjutnya mampu mengendalikan amarah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. (yd/hmp)
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...