Wapres akan Hadiri Peringatan HAN di Balikpapan3.000 Peserta Dipastikan Akan Hadir
2003-01-01 03:25:08
SAMARINDA-Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menjelaskan, puncak peringatan Hari Aksara Nasional (HAN) ke-45, yang akan diselenggarakan di Kota Balikpapan Oktober mendatang yang rencananya akan dihadiri Wakil Presiden RI Boediono. Dan dipastikan sebanyak 3.000 peserta dari 33 Provinsi akan hadir. "Ditunjuknya Kaltim sebagai pelaksana Hari Aksara Nasional oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), lantaran Kaltim dipercaya mampu menunjukkan peningkatan penuntasan buta aksara secara nasional. Dan ini terbukti, Kaltim mampu menuntaskan buta aksara yang saat ini sisanya hanya mencapai 1,7 persen. Di mana, persentase itu melebihi target yang diinginkan pemerintah pusat, yakni 5 persen,” papar Musyahrim ketika ditemui Poskota Kaltim Kamis (16/9). Musyahrim menambahkan, mengenai pelaksanaan Hari Aksara itu akan dipusatkan di Balikpapan, yang mana puncaknya Insya Allah akan digelar pada tanggal 10 Oktober 2010 mendatang, mengenai dimana tempat perhelatannya nanti belum dapat dipastikan di mana. Hanya saja, hingga saat ini, Pemprov Kaltim, melalui Disdik Kaltim dan panitia pelaksana tengah melakukan berbagai persiapan dilapangan, sehingga pelaksanaannya nanti diharapkan berlangsung sukses. “Segala persiapan telah disiapkan secara maksimal. Pada perinsipnya Kaltim siap menggelar Hari Aksara Nasional (HAN) tersebut yang ditunjuk langsung oleh panitia pusat,” ujar Musyahrim. Menurutnya, Kaltim ditunjuk sebagai pelaksanaan merupakan kepercayaan yang cukup besar. Di mana berbagai pertimbangan tentunya telah dilakukan, sehingga Kaltim ditunjuk sebagai pelaksana di daerah. “Pelaksanaan Hari Aksara bukan hanya dinilai daerah tersebut mampu menuntaskan buta aksara yang mana masyarakat dari tidak bisa membaca hingga bisa membaca. Namun, dilain hal adalagi yang menjadi pertimbangan, yakni menuntaskan buta aksara juga dapat dinilai dengan suksesnya daerah tersebut mengurangi angka pengangguran. Artinya, masyarakat di daerah dapat diberikan keterampilan, sehingga mereka dapat lebih mandiri ke depannya,” paparnya. Musyahrim menambahkan, hingga saat ini Pemprov Kaltim untuk mensukseskan pemberantasan buta aksara diseluruh wilayah Kaltim tidak tanggung-tanggung mengeluarkan anggaran. Terbukti, di Kaltim untuk penuntasan buta aksara tersebut telah menganggarkan biaya mencapai Rp 7 miliar. “Ini artinya penuntasan buta aksara bukan hanya sekedar masyarakat bisa membaca saja, melainkan mereka harus mampu mandiri seperti masyarakat lainnya,” tandasnya. Menurutnya, dalam pelaksanaan Hari Aksara Nasional tersebut juga akan dirangkai beberapa kegiatan, seperti pameran, seminar dan pemberian penghargaan kepada Gubernur, Bupati, Walikota, tutor, tokoh pendidikan nonformal, wartawan, dan masyarakat umum. Lebih lanjut, adapun penghargaan yang akan diberikan, yakni Anugrah Aksara, penghargaan aksara, perempuan berprestasi, taman bacaan masyarakat berprestasi dan penghargaan PNFI tingkat Nasional.mar
|