Pembangunan Kaltim Perlu Pengintegrasian Ekonomi2010-09-17 07:48:12
SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa strategi pembangunan Kaltim memerlukan pengintegrasian ekonomi secara keseluruhan, dengan kesatuan ekonomi secara Nasional. “Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah haruslah berdasarkan strategi pembangunan yang teritegrasi dengan perekonomian daerah secara keseluruhan, dengan kesatuan ekonomi wilayah Kaltim terkait dengan ekonomi secara Nasional,” kata Awang Faroek Ishak. Karena itu, menurut Gubernur, posisi tawar Kaltim dalam percaturan perekonomian Nasional harus benar-benar menjadikan daerah ini berada posisi lebih kuat. Perlu adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk secara bersama melaksanakan integrasi ekonomi daerah. Ke depan, lanjutnya, akan menjadikan Kaltim berdaya saing tinggi. Dan integrasi ekonomi yang baik akan menjadi modal utama melaksanakan pembangunan daerah. Serta akan mampu menggerakkan Sumber Daya Alam (SDA), dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Kaltim telah memperolah penghargaan dari pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kaltim. Karena dari 33 provinsi ada 7 provinsi yang dinilai sebagai Regional Champions yang mampu menarik investasi di daerahnya,” jelasnya. Prestasi tersebut, kata dia, merupakan hasil dari kesungguhan pemerintah daerah secara bersama untuk meningkatkan dan menarik para investor dari luar agar dapat menanamkan investasinya di Kaltim. Hal ini, kata dia, sangat erat kaitannya dengan strategi pembangunan yang dilakukan saat ini, dengan peningkatan dan pembangunan ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing ekonomi Kaltim yang berimbas pada peningkatan pertumbuhan perekonomian rakyat. “Pengembangan ekonomi lokal harus sungguh-sungguh dilaksanakan sebagai penopang strategi pembangunan yang terintegrasi, dengan pengembangan ekonomi daerah. Selain itu, karena bupati dan walikota memiliki kewenangan yang cukup luas hingga kejajarannya paling bawah, maka dapat memotivasi pertumbuhan ekonomi tersebut, sehingga mampu menggerakkan ekonomi secara Nasional,” papar Awang. mar
|