Muchlis : Lebih Baik Pasar ABS Ditutup2010-09-17 07:56:48
BALIKPAPAN, Komisi II DPRD Balikpapan menyarankan agar Pemkot mengubah sistem pengelolaan pasar dari dinas menjadi Perusahaan Daerah (Perusda). Dengan harapan agar lembaga ini bisa begerak dengan baik apalagi sehar-hari hanya berkomunikasi dengan pedagang yang masyarakat Balikpapan sebabn jika masih teryus bertahan dengan Dinas Pasar maka sistim berfgerak harus menunggu petunjuk dari atas dan pasti dia tidak bisa luwes. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Muchlis, SE, dia mengatakan perubahan sistem pengelolaan pasar tersebut, dianggap sebagai salah satu alternatif penyelesaian jangka panjang, seperti yang telah berhasil dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya dan yang paling penting ubah sistemnya, karena sistem sekarang sudah tidak bisa mengatasi masalah di pasar. "Seperti di Jakarta, Surabaya yang sekarang sudah berkembang pesat, karena pasar-pasar di sana dikelola oleh lembaga yang namanya Perusda Pasar. Balikpapan perlu dikembangkan, karena kami melihat banyak manfaatnya dan lembaga itu bisa begerak dengan fleksibel dan apsti akan membantu mendongkrak penerimaan asli daerah (PAD)," ujar Mukhlis, baru-baru ini. Dikatakannya, selain akan menjadi solusi terhadap permasalahan yang selama ini terjadi di Pasar Induk, Pandansari dan Pasar Alam Baru Somber (ABS), pengelolaan yang dilakukan Perusda, akan lebih menguntungkan Pemkot Balikpapan, mengingat pengelolaan tidak akan lagi membebani APBD Balikpapan, bahkan dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). "Pemda juga akan diuntungkan, karena pasar tidak akan lagi membebani APBD selain itu pasar juga akan menjadi salah satu sektor yang dapat menghasilkan PAD. Jadi pengubahan sistem ke Perusda, merupakan solusi yang sangat baik, karena pengelolaannya akan dilakukan lebih professional kendati masuk jangka panjangnya," terangnya. Menurut Muchlis, keberadaan pasar Alam Baru Somber (ABS) tidak maksimal dan akan lebih baik jika ditutup karena masyarakat tidak berminat untuk berbelanja disana karenma tidak didukung sarana jalan dan tidak ada yang memancing kalau lokasi itu nantinya menjadi kawasan yang menggoda bagi pertumbuhan pasar lebih modern kecuali industry lain, itu yang cocok. ‘’Lebih baik pasar ABS ditutup saja, karena pedagang di ABS sebagian besar juga sudah menjadi PKL di Pandansari, lebih baik yang dipikirkan bagaimana caranya agar PKL sama pedagang eksisting tidak lagi berbenturan,’’ jelasnya. Kembali diungkapkannya, masalah di ketiga pasar tersebut merupakan rentetan masalah yang memiliki kaitan erat, yang penyelesaiannya untuk jangka menengah adalah percepatan pembangunan pasar Induk di Km. 5 Kelurahan Batu Ampar, kalau ini sudah terbangun maka para pedagang akan tersebar dan apsti kendala yang dirasakan selama ini bisa diatas dengan baik. Masih menurut Muchlis, jadi rangkaian solusinya itu yakni jangka panjang pembentukan Prusda, jangka menengahnya pembangunan Pasar Induk, dan yang perlu dipikirkan sekarang jangka pendeknya, agar masalah dapat diselesaikan dengan baik, tidak mengakibatkan konflik, itu saja. Untuk itu, ia mengharapkan agar Pemkot Balikpapan dapat kembali mempertemukan seluruh tokoh-tokoh yang berpengaruh di pasar, untuk duduk bersama-sama mencarikan solusi jangka pendeknya, pemkot sudah cukup untuk mengupayakan solusinya, jadi lebih baik dipertemukan kembali seluruh tokoh-tokoh di pasar, carikan titik temu, agar aktivitas pedagang eksis dan tidak lagi terganggu dengan PKL yang ada di luar pasar. max
|