Majelis Taklim Tangkal Dampak Negatif Globalisasi2010-09-18 10:53:47
TENGGARONG- Kepala Kantor Kementrian Agama Kutai Kartanegara, H Djamaluddin HD mengatakan peran Majelis Taklim dimanfaatkan guna menangkal dampak negatif dari arus globalisasi dan sebaliknya mengambil manfaat positifnya. Mengingat peran penting Majelis Taklim tersebut, Kantor Kementrian Agama Kutai Kartanegara melalui Bidang Pendidikan Agama Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid (Penamas) terus menyosialisasikan program kerjanya, yang salah satunya menggelar kegiatan Pengembangan dan Koordinasi Majelis Taklim di Kecamatan Loa Janan dan Loa Kulu, Kamis (16/9) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Langgar Al Qamar Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Janan itu diikuti 50 Majelis Taklim yang ada di wilayah Loa Janan dan Loa Kulu. Berbicara mengenai majelis taklim, Djamaluddin dalam penjelasanya menyampaikan, sejarah lahirnya majelis taklim sejak Rasulullah SAW melakukan dakwah Islamiyah, walaupun pada saat itu belum disebut majelis taklim, akan tetapi masih berbentuk pengajian secara sembunyi-sembunyi di rumah sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam Bin Abil Arqam RA di Mekkah. Kegiatan tersebut telah memberikan bentuk dan makna tersendiri dalam melakukan sosialisasi ajaran Islam pada saat itu. Kemudian pengajian seperti itu pun berkembang di tempat-tempat lain yang diselenggarakan secara terbuka. Dengan cara itu, lanjut Djamaluddin, Rasulullah SAW berhasil menyiarkan agama Islam dan sekaligus membentuk karakter dan ketahanan umat. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sampai sekarang ini terdapat pengajian majelis taklim, dihadiri dan dikunjungi oleh barbagai bangsa termasuk pada musim haji. "Peran dan fungsi majelis taklim dalam kehidupan umat adalah sebagai upaya menangkal dampak negatif dari globalisasi, tetapi sebaliknya memanfaatkan dampak positif dari globalisasi itu sendiri," ujar Djamaluddin. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah melalui Kemenag, seperti Kantor Kemenag Kukar dengan visinya mewujudkan pelayanan prima dalam bidang agama dan keagamaan, serta misi meningkatkan pemberdayaan lembaga keagamaan dan meningkatkan peran serta lembaga sosial dan lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh di masyarakat. Djamaluddin berharap, kegiatan seperti ini terus ditingkatkan guna perkembangan majelis taklim ke depan, khususnya di Kukar. (yd/hmp)
|