Peningkatan Produksi Padi Penting dan Harus

Stok Beras Pengaruhi Kondisi Politis Negara

2010-09-20  15:17:32

PROGRAM peningkatan produksi padi sangat penting dan harus dilakukan. Terutama bagi Indonesia termasuk negara lainya yang makanan pokoknya juga dari beras.
Pernyataan tersebut pernah ditegaskan Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Hermawan Darus. Menurut Hermawan,  sektor ini (produksi tanaman padi) merupakan keharusan yang tidak bisa dikesampingkan, apalagi diabaikan. Pasalnya, stok beras mempengaruhi kondisi politis sebuah negara. Dia mencontohkan, negara Malaysia yang mengeyampingkan pertanian tanaman pangan dengan beralih ke perkebunan kelapa sawit. Pada kenyataanya diakui program tersebut mampu membuat masyarakat sejahtera. Tapi, lanjut Hermawan, ketika terjadi krisis pangan dunia, dimana negara-negara pengekspor beras menahan untuk tidak mengekspor beras demi menjaga stok di negaranya, maka negara yang hanya mengandalkan beras ekspor tidak bisa berbuat apa-apa. Mengingat makanan pokoknya adalah beras, hal ini bisa membuat negara akonomi tinggi sekalipun bisa menderita kalaparan. Hermawan kemungkinan ini yang harus diantisipasi.
Artinya, sekalipun sebuah negara sudah boleh dikatakan sejahtera dan mampu atau memiliki tingkat daya beli tinggi terhadap pangan, namun tetap tidak boleh meninggalkan sektor produksi sendiri. Maksudnya, yakni menyeimbangkan antara produsen dengan konsumen.
Kemungkinan tersebut yang menjadi dasar pemerintah mengharuskan peningkatan produksi padi pada masing-masing daerah. Setidaknya tiap daerah bisa memiliki stok beras yang cukup, apalagi jika bisa memenuhi kebutuhan naional bahkan dunia.
Sekalipun belum sepenuhnya, namun diakui meningkatkan jumlah produksi padi merupakan program daerah yang selalu menjadi perhatian pemerintah pusat dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan nasional.
Dalam hal ini, pihak pemerintah pusat memberikan motivasi berupa penghargaan presiden bagi daerah yang mampu meningkatkan jumlah produksi padi minimal 5 persen per tahun dan untuk tahun 2008 lalu, Pemkab Kutai Kartanegara merupakan salah satu dari daerah di Kaltim yang menerima penghargaan presiden, karena keberhasilanya meningkatkan angka produksi hingga 11,8 persen.
Selanjutnya, Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan terus bertekad meningkatkan produksi padi, bukan sekedar untuk mendapatkan penghargaan presiden, tapi lebih dari itu adalah untuk mewujudkan Kukar sebagai lumbung padi dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan lokal bahkan nasional, demi menunjang program ketahanan pangan.
Mewujudkan keinginan tersebut, untuk program tahun 2010 ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan telah menempatkan beberapa program prioritas, yaitu intensifikasi, perluasan areal serta pemanfaatan lahan.
Program tersebut dilakukan terhadap dua jenis lahan yang ada, yakni pada lahan basah (sawah) dan lahan kering (ladang).
Diprioritaskanya program intensifikai, perluasan areal serta pemanfaatan lahan, demi memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki. Selain itu, juga dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya pengurangan luas lahan pertanian tanaman pangan akibat kegiatan pemanfaatan potensi sumber daya alam lainya, seperti pertambangan batu bara atau penggarapan lahan perkebunan.
Semua itu demi meningkatkan atau setidaknya  mempertahankan jumlah produksi padi di Kukar, yang tentunya akan bermuara pada penigkatan kesejahteraan masyarakat petani.
Menurut Hermawan, kita tidak bisa mempertahankan salah satu sektor tapi mengorbankan sektor lain dan kita akui memang potensi batu bara harus digali, demikian pula dengan potensi sektor perkebunan yang juga harus dikembangkan. Tapi yang kita inginkan, kanjutnya, semua bisa berjalan bersama dan sama-sama memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemerintah. Karena itulah Dinas Pertanian Tanaman Pangan menempatkan program intensifikasi, perluasan areal dan pemanfaatan lahan sebagai program prioritas, agar produksi padi tidak terganggu, bahkan sebaliknya terus meningkat.
Selain meningkatkan produksi padi, dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan nasional, terlebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, peningkatan produksi palawija dan sayuran juga menjadi perhatian. Pihak dinas terus memberikan pembinaan terhadap petani sayuran, bahkan, petani diarahkan untuk memanfaatkan lahan untuk menanam padi juga sayuran.
Untuk petani sayuran ini, menurut Hermawan para petaninya bahkan sudah boleh dikatakan mandiri, petani juga sudah memiliki sumberdaya bidang manajemen usaha tani, yang mampu membaca kebutuhan pasar. Hal ini penting demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya produksi yang melimpah melebihi kebutuhan pasar, yang bisa mengakibatkan anjloknya harga dan akan merugikan petani.
Untuk hal ini, perlu terus adanya koordinasi atau kerjasama kontak tani antar kecamatan terkait komoditi yang ditanam. Tujuanya agar petani tidak menanam satu komoditi yang sama dalam satu musim tanam. Sehingga kestabilan pasar tetap terjaga.
Diakui pula, pada dasarnya kontak tani antar kecamatan sudah memahami hal itu. Hasilnya pun sangat baik, dimana menurut pengamatan pihak dinas, untuk tanaman sayuran ini, petani bisa meningkatkan kesejahteraan. Pemasaran produksi sayuran petani Kukar juga sudah merambah ke luar daerah sekitar, sekalipun masih dalam lingkup satu provinsi. (adv)

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...