BLHD Dinilai Melempem Tindak Pelanggaran PT Fajar Bumi Sakti

2010-09-21 06:37:47

2010-09-20  15:32:22

TENGGARONG-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Kesehatan dan Lingkungan Hidup (PLHD) Kabupaten Kutai Kartanegara menilai kinerja Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kukar lemah dan mlempem. Ini dibuktikan dengan adanya dugaan pelanggaran proses kegiaran penambangan batubara PT Fajar Bumi Sakti (FBS) yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang tepatnya di Desa Loa Ulung.
Sesuai hasil monitoring yang  lakukan LSM PKLH menemukan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Perusahaan Batubara PT Fajar Bumi Sakti (FBS) yaitu Ceceran Batubara saat loading di Compeyor yang langsung jatuh ke sungai tanpa adanya kolam pengendapan (staling pond) sehingga sangat mempengaruhi kualitas air sungai dan terindikasi kuat PT Fajar Bumi Sakti (FBS) melakukan pelanggaran UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 113/2003 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Batu Bara dan Aturan lain yang dilanggar adalah Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi RI No 1211.K/008/M.PE/1995 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perusakan dan Pencemaran Lingkungan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Umum.
”Kami juga sangat menyayangkan sikap dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kutai Kartanegara yang terkesan lambat dalam menangani laporan yang telah kami sampaikan sehingga ada indikasi main mata dengan melakukan pembiaran terhadap pencemaran sungai tersebut, padahal ini jelas – jelas melakukan pelanggaran berat namun BLHD melempem, sehingga laporan yang kami sampaikan tidak segera ditindak lanjuti, ada apa sebenarnya dengan BLHD…ini juga perlu menjadi tanda tanya besar,” kata Supardi koordinator LSM PKLH.
Seyogyanya BLHD segera melakukan tindakan penanggulangan dan tidak membiarkan begitu saja pencemaran tersebut dilakukan perusahaan tambang karena jika ini dibiarkan terus menerus terjadi maka akan menjadi contoh buruk dari perusahaan tambang yang lain. Dan jika dalam waktu dekat ini laporan kami (LSM PKLH) ini tidak segera ditindak lanjuti maka kami akan segera meneruskan laporan pencemaran lingkungan ini kepada Deputi Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta dan kepada Ibu Bupati Kutai Kartanegara kami mengharapkan agar segera mengevaluasi kinerja Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)
Dan LSM PKLH akan selalu eksis melakukan pemantauan dan monitoring lingkungan di seluruh perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara agar selalu memperhatikan wawasan lingkungan dan melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan. Karena keberadaan perusahaan pertambangan yang ada di Kukar wajib mensejahterakan masyarakat sekitarnya dan dapat mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan rakyat sejahtera. awi

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Senin 27 Oktober 2014
Senin 27 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2505 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...