Sektor Peternakan Dianggap Mampu Berantas Kemiskinan2010-09-20 15:38:46
TENGGARONG-Komisi II DPRD Kutai Kartanegara belum lama ini melakukan kunjungan ke pusat pengembangan sapi bali (Breeding Lentre of Bali Cattle) Dinas Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara Jumat, yang terletak di Jalan Poros Tenggarong - Kota Bangun Km 50 Desa lebahu Ulak Kecamatan Muara Kaman. Rombongan di pimpin langsung Ketua Komisi II Ir. Awang Yacob Luthman, MM di dampingi sejumlah anggota dewan lainnya seperti H. Abu Bakar Has, H. Syahranie,SE, Arif Arizal SE, H. Khairil Anwar Effendi, Sudarto BA dan Sudirman. Dalam kunjungan itu dilakukan pertemuan di pusat petenakan sapi bali yang diterima Kepala Dinas Peternakan Drh Suriyansyah Haji Mawi dan beberapa Staf Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Menurut Suriansyah lahan seluas 500 Hektar yang merupakan lahan milik Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) yang di pinjam pakai dinas peternakan, lahan yang ada di pergunakan untuk pusat peternakan sapi bali 2005 kita kembangkan sebanyak 240 ekor sekarang kurang lebih 500 ekor di tambah dengan beberapa desa binaan yang ada dalam wilayah Kutai Kartanegara “Dinas Peternakan Kukar di samping masalah lahan yang masih pinjam pakai, kita juga kekurangan dana dalam rangka pengembangan sapi bali sekita kurang lebih Rp.30-50 Miliar dana yang kita maksud salah satunya untuk hal Perbibitan, pembudidayaan dan pengembangan ternak sapi bali baik berupa bibit ternak, semen beku (Mani Beku), bibit embrio, hijauan pakan ternak, produk olahan ternak sapi bali lainnya, kita disini juga kesulitan untuk melakukan pengembangan ternak sejak tahun 2006 pusat peternakan ini belum ada jaringan listrik dari PLN, untuk sementara masih mengunakan mesin Ginset seniri yang biyaya cukup mahal.” papar Suarisnyah. Suriansyah juga menambahkan kalau Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia yang diketahui mempunyai keunggulan-keunggulan dan nyata-nyata disukai oleh petani peternak, sehingga pengembangannya sangat cocok di daerah Kabupaten Kutai Kartanegar. Hal ini sejalan dengan usaha yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat desa. “Mengapa kita pilih sapi bali yang kita kembangkan, karena sapi jenis ini mempunyai Keunggulan, di samping Subur (cepat berkembang biak/ fertilitas tinggi), Mudah beradaptasi dengan lingkungannya, Dapat hidup di lahan kritis, Mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan, Persentase karkas yang tinggi sebesar 56 persen, Harga yang stabil 15-20 juta / 1 ekor dan bahkan setiap tahunnya cenderung meningkat, Khusus sapi bali Nusa Penida, selain bebas empat macam penyakit, yaitu jembrana, penyakit mulut dan kuku, antraks, serta MCF (Malignant Catarrhal Fever). Sapi Nusa Penida juga dapat menghasilkan vaksin penyakit jembrana, Kandungan lemak karkas rendah, Berat badan hidup dapat mencapai 700 kg s.d 1000 kg, Keempukan daging tidak kalah dengan daging impor.”ungkap Surianyah. Sementara itu Komisi II DPRD Kukar berharap Dinas Peternakan agar bisa menyeting dengan baik, tidak hanya terfokus pada peternakan sapi bali saja. lahan 500 hektar ini cukup luas coba lahan yang ada di kemas untuk mendirikan Sentra Pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pusat Peternakan, Pembuatan Biogas, Pengembangan 12 pakan ternak, bahkan tempat Pariwisata kita ingin Peternakan kita bisa menjadi contoh dan sapi yang masyarakat kita pelihara bisa menjadi model bagi daerah lain yang ada di Kalimantan Timur bahkan Indonesia. “Saya yakin jika ini berhasil kita bisa merubah paradikma kehidupan masyarakat yang dulunya hanya penganguran akan berubah menjadi masyarakat yang produktif, kalu masyarakat kita sudah produktif Insya Allah kehidupanya pasti meningkat, laju kemiskinan di Kukar bisa kita cegah dengan pemerdayaan masyarakat dan ini sejalan apa yang di programkan Ibu Bupati Kukar Rita Widyasari,S.Sos.MM, Saat berkampanye pada pilkada kemarin yakni “ Gerbang Raja” Hak masyarakat kita untuk sejahtera.” Unkap Ir.H. Awang Yacob Luthman,MM. adv/awi
|