Dewan Dukung Petak Pasar yang Terbakar Dibangun Kembali2010-09-22 10:03:44
TENGGARONG-Musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan petak pedagang di pasar Tenggarong, saat menjelang sholat Idul Fitri 1431 Hijrah lalu, memunculkan keprihatinan yang mendalam. Meski kejadian kebakaran tersebut bukan kali pertama terjadi, namun setidaknya pemerintah Kukar tidak tutup mata untuk segera mencarikan solusi terbaik agar pedagang bisa kembali berjualan. Sebab, ada wacana muncul lokasi eks terbakar tersebut tak akan diijinkan untuk dibangun kembali.“Beberapa pedagang belum lama ini mendatangi Komisi IV DPRD, mereka mengadu dan mengeluhkan kapan kepastian tidak akan ada ijin untuk membangun petak di pasar eks terbakar, meski pertemuan itu tidak secara formal namun aspirasi pedagang tersebut kami tampung,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Siswo Cahyono kepada Poskota Kaltim kemarin diruang kerjanya. Para pedagang mengeluhkan pasca kebakaran terjadi sampai sekarang belum ada kepastian tentang ijin dari pemerintah apakah bisa dibangun atau tidak.”Namun para pedagang sangat berharap agar diijinkan kembali membangun petak, karena dari sebagian pedagang usaha itu adalah satu-satunya pendapatan mereka untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” kata Siswo. Siswo juga menambahkan, awal pekan depan Komisi IV DPRD akan memanggil sejumlah instansi terkait untuk membicarakan masalah bangunan pasar Tenggarong utamanya lokasi bekas yang terbakar.”Kita akan panggil Dinas Pasar, Dinas Sosial dan Bagian Kesra untuk membahas masalah tersebut,” kata Siswo. Menurut Siswo, jika pada pemerintahan Syaukani dahulu ada kebijakan dalam membangun petak di pasar yakni di pinggir jalan Danau Aji seyogiya pada era Rita Widyasari ini juga ada kebijakan yang sama.”Kalau ada isu tidak ada ijin pembangunan dengan alasan merusak pemandangan pasar, sudah seharusnya pedagang-pedagang yang berjualan dipinggir jalan lokasi pasar juga harus ditertibtibkan alias ditutup.” tandas Siswo. Sementara itu salah seorang warga Tenggarong Muhidin, menyatakan hendaknya pemerintah segara mengambil tindakan dengan mencari solusi tepat agar para pedagang bisa berjualan kembali. “Usaha yang mereka jalankan itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dengan tidakadanya kepastian seperti itu maka akan menambah beban derita bagi mereka. Sementara saya dengar sampai sekarang belum ada bantuan sedikit pun terhadap korban kebakaran dari pemerintah, namun sayangnya jika ada bencana di luar daerah pemerintah Kukar terkadang sering malah memperhatinkan sementara untuk musibah warga kurang begitu dipedulikan,” ungkap Muhidin.awi
|