Polisi Bongkar Pencuriaan BBM di Depo Pertamina2010-09-22 11:09:19
SAMARINDA-Jajaran Kepolisiaan Polresta Samarinda akhirnya membongkar pencuriaan BBM jenis Solar dikawasan Pertamina Samarinda. Pencuriaan itu diduga melibatkan beberapa orang dalam Pertamina Samarinda. Terkuaknya kasus ini berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian yang melihat keberadaan 2 truk tangki bahan bakar solar di Depo Pertamina. Berdasarkan penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan 4 orang pelaku, 2 diantarannya adalah orang dalam Pertamina, yang memang mengerti mekanisme penjualan BBM. Hal ini diungkapkan Kapolres Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah didampingi Kasat Reskrim AKP Arief Budiman SIK kepada wartawan diruang kerjannya Selasa (21/9) kemarin. Menurut dia, para pelaku telah melakukan kegiatannya 2 kali, dan BB yang diamankan 2 mobil tangki dengan jumlah 10 ribu liter. "Jadi, para pelaku telah berhasil mencuri sekitar 20 ribu liter solar. Kerugiaan diperkirakan mencapai Rp400 juta," kata Arief. Modus operasinya, kata dia, 4 orang pelaku dalam hal ini pembeli, petugas keamanan dan orang dalam Pertamina saling berkerjasama memanfaatkan wewenang mereka masing-masing. Pelaku, yakni 2 orang adalah pengurus dari salah satu transportir, 1 orang perantara, 1 orang internal pertamina. Atas temuan ini, petugas kepolisian masih akan melakukan penyelidikan, termasuk membongkar para pelaku pencurian BBM dengan modus yang sama. Menurut dia, modus yang dilakukan pelaku adalah tidak melakukan pembayaran pembeliaan BBM secara resmi melalui Bank yang ditunjuk Pertamina. "Para pembeli diharuskan melakukan pembayaran ke Bank yang ditunjuk Pertamina, berdasarkan LO atau permintaan BBM. Namun, karena ada keterlibatan orang dalam, para pelaku tidak melakukan hal itu, dan tetap bisa membawa BBM keluar dari Depo Pertamina," kata Arif. Atas perbuatannya, kata dia, pelaku terancam melanggar pasal pencurian 362/363 KUHP tentang mengambil barang milik orang lain tanpa ijin. "Yang pasti, penyidik masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini untuk membongkar kasus serupa yang terjadi di Depo Pertamina Samarinda," kata Arief. M4n
|