Polisi Berhasil Bekuk Pelaku PembunuhanMisteri Mayat di Belakang Gereja Ebenhaezer
2010-09-22 11:10:57
SAMARINDA-Aparat kepolisian akhirnya berhasil membekuk pelaku pembunuhan mayat yang ditemukan telah menjadi tengkorak dekat hutan belakang Gereja Ebenhaezer, Jl Suwandi V Samarinda Ulu. Bahkan, demi mengungkap kasus ini, aparat kepolisian sampai memburu pelaku ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Diketahui, mayat yang ditemukan itu bernama Lindawati, dan pelaku pembunuhan terindikasi bernama Amar Rusdi alias Nemar (26). Dan, Nemar merupakan bandar narkoba yang beroperasi di Samarinda. Kapolres Kota Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah didampingi Kasat Reskrim AKP Arif Budiman SIK mengatakan bahwa pelaku berhasil dibekuk jajarannya saat bersembunyi dirumah neneknnya di kawasan Mentayang Ilir, Waringin Kalteng, Sabtu (18/9) lalu. Kepada aparat kepolisian, Nemar mengaku bahwa pembunuhan itu dilakukannya, Kamis (26/9) sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah membunuh Lindawati, dirinya kabur bersama istri dan anaknnya. Selama ini, Nemar menyewa sebuah kontrakkan, tidak jauh dari TKP, yakni di Jl Suwandi V atau sekitar 300 meter tempat penemuaan jasad Lindawati. Terungkapnnya kasus ini lanjut Arief, bermula dari ditemukannya HP korban disaku jaket milik korban. Dari petunjuk HP ini, kemudiaan diperoleh petunjuk bahwa sebelum menghilang Linda sempat menghubungi salah seorang tantenya. Dari tantennya ini diketahui kalau Lindawati sempat jalan dengan Nemar. "Tantenya mengakui pernah menghubungi korban. Saat itu korban menjelaskan akan bertemu dengan pelaku bernama Nemar," kata Arif. Setelah itu, menurut dia, tante korban kehilangan kontak. Berdasarkan keterangan tante korban, kemudiaan polisi melakukan pencahariaan terhadap Nemar. Dari penelusuran petugas didapat kabar kalau Nemar berada di rumah neneknya di daerah Mentayang Ilir, Waringin, Kalteng. "Kami langsung membentuk tim, dan akhirnya bisa membawa pelaku ke Samarinda," kata Arif. Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 338 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara. Disinggung hilangnya kendaraan korban, Arief mengaku masih melakukan penyelidikan. M4n
|