Calhaj Diminta Siapkan Mental dan Fisik2010-09-23 15:23:10
TENGGARONG- Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari melalui Sekkab Haryanto Bachroel minta agar calon jamaah haji (calaj) yang akan berangkat musim haji tahun ini (1431 Hijriyah) agar mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah haji di tanah suci Mekah nantinya, terutama kesiapan fisik dan mental. Pasalnya, kesiapan fisik (kesehatan) dan mental sangat penting bagi calhaj untuk dapat melaksanakan semua kegiatan haji, sehingga sekembalinya dari tanah suci Mekah bisa menjadi seorang haji yang mabrur. Hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah agar semua calhaj memiliki pengetahuan tentang semua kegiatan haji agar nantinya tidak mengalami kesulitan, baik dalam hal kegiatan ibadah maupun hal yang bersifat umum yang berhubungan dengan peraturan. Imbauan tersebut disampaikan Haryanto Bachroel pada acara manasik haji massal di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Rabu (22/9). Manasik haji tersebut diikuti 505 calon haji yang dipastikan berangkat musim haji tahun 2010. Manasik haji itu sendiri merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan tiap tahun menjelang pemberangkatan, dengan tujuan memberikan bimbingan ilmu kegiatan haji kepada calhaj yang tentunya sangat bermanfaat bagi calhaj. Untuk itu semua peserta manasik diharap dapat menyimak dan mengikuti dengan serius kegiatan manasik massal yang dilakukan. Mengingat pentingya ilmu pengetahuan mengenai ibadah haji, peserta manasik juga diimbau agar mempelajarinya di luar kegiatan manasik massal, baik secara berkelompok maupun secara perorangan, tentunya melalui buku petunjuk atau pedoman haji yang diberikan. Seperti dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama yang juga Kepala Staf Penyelenggara Haji Kukar, H Djamaludin HD, sekalipun sudah banyak calhaj yang paham mengenai ibadah haji, tapi tidak menutup kemungkinan banyak pula calhaj yang belum banyak mengerti mengenai ilmu dan pengetahuan haji. Sementara dalam kegiatan manasik haji massal, kemungkinan tidak semua calhaj bisa mengerti apa yang disampaikan pembimbing, sehingga perlu untuk mempelajarinya di luar manasik. Menurut Djamaluddin, banyak hal yang perlu diketahui calhaj termasuk hal kecil sekalipun. Misalnya saat berada di bandara termasuk soal barang bawaan khususnya barang jinjingan yang tidak masuk kargo, termasuk juga hal lainya yang bersifat umum atau yang tidak terkait dengan kegiatan ibadah. Karena menurut Djamaluddin, hal kecil seperti itu sering terlupakan olah calhaj, sehingga bisa merepotkan pembimbing yang tidak mungkin untuk menangani calhaj satu persatu. Permasalahan itu menurut Djamaluddin bisa terjadi pada calhaj yang berusia lanjut. Djamaluddin mengingatkan hal itu agar nantinya cahlaj tidak menemui masalah, sehingga proses dari berangkat hingga kembali ke tanah air bisa berjalan dengan baik dan lancar dan menjadi haji yang mabrur, yang bisa menjadi panutan masyarakat. yd
|