Hatta Radjasa Kunjungi Stand KaltimTertarik Menu Makanan Kepiting Soka
2010-09-24 13:51:36
YOGYAKARTA–Keikutsertaan Kaltim pada Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII di Jogjakarta Expo Centre (JEC) pada hari pertama pembukaan expo, ternyata cukup menarik perhatian pengunjung. Bukan hanya pengunjung, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa yang secara resmi membuka expo mewakili Presiden SBY, bahkan terkagum-kagum menikmati sajian Kaltim. ”Wah, luar biasa Pak Awang. Rasanya enak sekali, ini baru inovasi. Siapa yang pertama menemukan masakan ini,” ucap Hatta Radjasa saat menyantap kepiting soka goreng tepung asal Tarakan. Tak lama kemudian Gubernur Awang Faroek mengenalkan Mare, lelaki muda asal Tarakan yang merupakan pemilik Pusat Oleh-Oleh Kepiting Soka Khas Kota Tarakan dan penemu pertama masakan kepiting goreng tersebut. Bukan basa-basi, kekaguman serupa juga dilontarkan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang mendampingi Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengelilingi sekitar 386 stand expo. Mendagri bahkan secara khusus menyalami gubernur seraya berucap,”Ini potensi Kaltim yang sangat layak dikembangkan. Kepiting soka bisa jadi daya tarik tersendiri bagi Kaltim.” Para petugas stand bahkan harus menggoreng kembali kepiting soka untuk para pejabat tersebut, karena gurih rasa kepiting soka memang cukup menantang rasa. Setelah puas menikmati kepiting soka Tarakan, satu persatu karya putra-putri Kaltim di arena expo ini dikunjungi Menko Perekonomian Hatta Radjasa. Diantaranya, alat fogging hemat bahan bakar dan tanpa kebisingan yang diciptakan di Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Balikpapan. TTG lain yang juga tak dilewatkan adalah peralatan alarm banjir dan alat pengolah air hujan dan air sumur yang diciptakan siswa-siswa SMKN I Bontang. Pada Gelar TTG tahun ini, Kaltim mengirimkan dua TTG unggulan utama masing-masing dari Kota Tarakan dan Kabupaten Paser. TTG yang dikembangkan di Tarakan diantaranya alat pembuat dodol, es krim, pengupas kopi dan listrik hemat energi. Sedangkan Paser mengembangkan TTG diantaranya alat pembuat profil penyaring VCO serbuk sawit, kompor serbuk sawit, kompor serbuk gergaji, pompa hidran, pengasap telur asin dan alat pendeteksi unsur N (nitrogen) dalam tanah dan air. ”Alat ini sederhana, tapi cukup canggih. Petani bisa melakukan deteksi terhadap unsur N hingga dapat menentukan besaran yang tepat untuk jumlah pupuk yang harus mereka sebarkan untuk lahan pertanian mereka,” kata Awang. Turut mendampingi Gubernur Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim Syahtiar dan tampak pula Kepala Bidang Perindustrian Perindagkop dan UMKM Kaltim H Usdiansyah. Teknologi Tepat Guna (TTG) Unggulan Kaltim yang mengikuti Gelar TTG XII Yogyakarta tahun ini dari Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Kartanegara, Balikpapan dan Kota Bontang.mar
|