Jaang Haru di Pesta Kawin MassalMengaku Belum Resepsi, Uangnya Untuk Beli Rumah
2010-09-24 14:14:08
SAMARINDA—Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang begitu terharu dan bahagia bisa menyaksikan 40 pasangan pesta perkawinan massal garapan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati kota Samarinda dan Pemkot Samarinda di GOR Segiri, Kamis (23/9). “Tentunya sangat bahagia bisa menggunakan pakaian pengantin, duduk di pelaminan, kemudian diabadikan seumur hidup. Ini cerita nyata, suatu saat anak saya yang sudah kelas 1 SMA bertanya pada istri ingin melihat foto-foto resepsi pernikahan kami dulu. Jujur, kami tidak jadi resepsi,” ungkap Jaang mengenang dalam sambutannya. Jaang menyebutkan dulu waktu nikah, ia hanya naik motor dan istrinya dibonceng kakak angkatnya dan menikah di Jl Merdeka II.”Memang kami ada rencana resepsi dan melaksanakan ritual adat di Jogja, tapi suatu ketika makan soto di Citra Niaga, penjualnya bercerita ada rencana pembangunan perumahan (Citra Griya—kediaman Syaharie Jaang hingga sekarang). Kemudian uang yang kami kumpulkan itu, tidak jadi untuk resepsi, melainkan dibelikan rumah di Citra Griya. Rumah itu sangat bersejarah, makanya kami tidak pindah,” tutur Jaang lagi. Dengan setengah bercanda, Jaang menyebutkan kalau tau dari kecamatan Sungai Kunjang tidak ada pasangan yang ikut, dirinya bersedia mendaftar jadi peserta ke 41. Di dalam sambutannya, Jaang mengaku kecewa, karena sebenarnya ada 60 pasangan Pesta Kawin Massal itu, namun karena ada yang tidak diizinkan perusahaannya, menjadi 40 pasangan. “Seharusnya perusahaan memberikan izin, karena ini akan memberikan kebahagian seumur hidup bagi karyawan, yang nantinya berujung pada produktivitas di perusahaan tempatnya bekerja juga,” tandasnya. Sementara ketua DPC Harpi Melati Samarinda Hj Ida menyebutkan ini kali ketiga dilaksanakan dan selalu dihadiri wakil walikota.”Mereka adalah pasangan yang belum pernah melaksanakan resepsi. Kemudian setiap anggota Harpi mengumpulkan dari semua kecamatan. Tidak dipungut bayaran, bahkan baju pengantin dan riasnya juga gratis, karena setiap anggota Harpi kebagian satu pasangan. Juga akan mendapatkan dokumentasi gratis pula,” sebut Ida lagi. Tak hanya itu, sebutnya ada voucher menginap di hotel, spa, dan makan malam di hotel. Dari 40 pasangan sendiri, ada yang usia pernikahannya baru 2 bulan hingga 32 tahun dengan umur pengantin prianya 68 tahun. Termasuk salah satu ketua RT di lingkungan kota Samarinda pun menjadi peserta perkawinan massal ini. hms2/adv
|