Wanita Harus Mampu Sejajar dengan Kaum PriaMusyawarah II HIPERPRO tahun 2010
2010-09-24 14:20:01
SAMARINDA- Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Hj Ardiningsih mengatakan, bahwa seiring kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, emansipasi wanita dalam kegiatan pembangunan dan segala bidang kehidupan semakin digalakkan dan diharapkan mampu sejajar dengan kaum pria. "Berbagai upaya dilakukan oleh sejumlah organisasi perempuan untuk mencapai kesetaraan baik dalam hal kesempatan maupun jumlah dalam segala kegiatan yang selama ini dinilai masih belum banyak dan belum maksimal. Sementara itu, permasalahan kaum perempuan yang ada seperti rendahnya kualitas hidup (tingginya angka kematian dan buta aksara), rendahnya peranperempuan dalam pembangunan, tingginya tindak kekerasan terhadap perem-puan dan anak, rendahnya Gender Development Index - GDI) dan permasalahan lainnya, juga belum sepenuhnya dapat dituntaskan,"papar Ardiningsih saat membuka Musyawarah II HIPERPRO (Himpunan Perempuan Produktif), Kamis (23/9) di Hotel Grand Sawit Samarinda. Ditambahkan, gambaran kualitas hidup masyarakat antara lain dapat terlihat dari Indek Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Nasional tahun 2008 IPM Kaltim 74,52 atau merupakan peringkat 33, Indonesia 71,17. Indek Pemberdayaan Gender (IPG) Kaltim 58,12 (peringkat 23), Indonesia 66,38. GDI Kaltim 49,74, Indonesia 62,27. Dengan demikian artinya bila dibandingkan dengan provinsi lain, Kaltim masih jauh tertinggal. "Di sisi lain, tantangan pembangunan di bidang pem-berdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di masa depan akan sangat berat, sejalan dengan telah terjadinya pergeseran nilai-nilai dasar budaya dan gaya kehidupan masyarakat akibat pengaruh kehidupan modern dan pergaulan dunia yang kian mengglobal,"ujarnya. Menurutnya, Jika tidak pandai memilah dan menentukan sikap, maka kita akan mudah terbawa pengaruh negatif, seperti terseretnya keluarga kita dalam pola hidup mewah, materialistis dan individualistis. Di sisi lain, banyak pula di antara keluarga kita yang terlibat dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, tertular penyakit HIV/AIDS, mela-kukan tindakan kekerasan dan perilaku buruk lainnya yang amat jauh dari tuntunan ajaran agama, maupun nilai-nilai tradisi, budaya dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat. "Untuk menangkal dampak-dampak buruk globalisasi dan kehidupan modern itu, maka kaum perempuan harus dapat ambil bagian dengan memantapkan fungsi suatu keluarga. Para ibu selaku orang tua dan kaum perempuan pada umumnya sebagai bagian terdekat dalam pergaulan anak, harus dapat berperan lebih besar terhadap tanggung jawab dan pembinaan,"tandas Ardiningsih. Ia mengatakan, sehubungan dengan musyawarah HIPERPRO, kepada semua jajarannya saya imbau agar dapat menguatkan tekad dan meningkatkan kinerja, profesio-nalisme dan pengabdian yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, melalui peningkatan kegiatan dan program-program kerja yang dapat dilaksanakan hingga menyentuh para kaum perempuan dan seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. "Program kerja HIPERPRO yang ada selama ini menurut saya, sudah cukup menyentuh kepentingan keluarga dan masyarakat yang terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, namun perlu terus ditingkatkan lagi. Di bidang kesehatan kiranya dapat menjalin kemitraan dengan dinas terkait lainnya, dan meningkatkan peran Posyandu dan memberdayakan kader-kader di desa guna mengatasi penyakit dan masalah kesehatan masyarakat,"paparnya.mar
|