Perbatasan Rawan Dimasuki Teroris2010-09-29 02:31:24
SAMARINDA-Panjang perbatasan mencapai 1.380 kilometer persegi menjadi ancaman cukup berat bagi Kaltim, untuk bisa membentengi daerah ini dari aksi terorisme. Ancaman itu belum berhenti, apalagi Kaltim memiliki beberapa fasilitas vital dan rawan disabotase. ”Potensi Kaltim disusupi teroris terbuka lebar. Ibarat pintu Kaltim sangat terbuka, semua pintu mudah dimasuki,” tutur anggota Komisi I DPRD Kaltim, Syaparuddin SSos. Dia masih ingat peristiwa masuknya teroris Ali Imron yang tertangkap di Kaltim. Ali Imron adalah salah satu pelaku Bom Bali I yang menewaskan 202 orang. Ali Imron ditangkap di Pulau Berukang, Kaltim ketika hendak kabur ke luar negeri. Kondisi itu, meski bukan parameter penuh Kaltim adalah transit pelaku teroris, tetapi menurut Syaparuddin, itu harus diatasi segera mungkin. Salah satu bentuk kongkret mengatasi masalah tersebut, kata dia, adalah memperkuat pengawasan dan patroli pasukan pengamanan di kawasan perbatasan. Sementara dukungan serupa dibebankan kepada pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan perbatasan langsung dengan negara tetangga.”Bentuk dukungan itu bisa berupa melakukan alokasi anggaran pembangunan secara merata hingga perbatasan,” ucap Syaparduddin. Disamping itu, Syaparuddin mengutarakan, peran warga tetap memiliki nilai lebih. Dilapangan warga adalah pasukan diteksi terdepan serta memahami kondisi lapangan. ”Jika ada warga tidak dikenal perlu segera melapor ke kepala kampung atau pihak aparat dilapangan.Dengan kewaspadaan ini, maka tidak sulit menciptakan rasa aman dan menghindari masuknya teroris ke Kaltim,” kata Syaparuddin. hms/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...