Gubernur Sulsel juga Prihatin

2010-09-28  09:26:11

SAMARINDA-Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengaku prihatin atas musibah kerusuhan yang dialami masyarakat Kaltim yang berada di Tarakan, Senin (27/9) lalu. Menurutnya, kerusuhan itu diharapkan menjadi ujian bagi daerah untuk selalu menjalankan pemerintahan agar selalu aman dan damai.
Demikian disampaikan pesan singkat yang diterima Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika dikonfirmasi Gubernur Sulsel, Yasin Limpo melalui teleponnya. “Sejak kemarin malam hingga tadi (Selasa, Red), saya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kota di Tarakan, bagaimana kondisinya. Bahkan, hal ini juga menyebabkan keprihatinan Gubernur Sulsel atas pristiwa tersebut, beliau menyebutkan agar kondisi ini secepatnya didamaikan, sehingga peristiwa ini tidak menyebabkan unsure sara di dalamnya,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ketika ditemui usai makan siang di Lamin Etam Samarinda, Selasa (28/9).
Dikatakannya, hingga saat ini selalu mendapat laporan dan selalu diikuti terus perkembangannya. Ia menyebut, Alhamdulillah sekarang ini, pihak keamanan dan kepolisian sudah berhasil mengendalikan konplik yang terjadi di Tarakan.
“Ya jika melihat kejadian-kejadian seperti itu siapa yang mau, tentunya kedua belapihak pasti tidak menghendaki. Tapi, karena kejadian ini telah terjadi, ya saya meminta agar kedua belapihak agar menahan diri, sehingga kejadian ini tidak membesar,” tegasnya.
Namun demikian, melihat kondisi saat ini, Gubernur menyebut, Alhamdulillah kondisinya kini telah bagus. “Barusan setegah jam yang lalu saya monitor ke Pemerintah Kota Tarakan, melalui telepon, ternyata kondisinya sudah mulai membaik,” ucapnya dengan nada prihatin.
Karena kondisi tersebut mulai membaik, maka sekarang tinggal bagaimana tokoh-tokohnya, baik Tokoh Suku Tidung maupun Suku Sulawesi Selatan itu bisa mengendalikan.
“Untuk keamanan Alhamdulillah pihak kepolisian Kaltim maupun di daerah Tarakan telah mengamankannya, jadi tidak ada masalah,” jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Gubernur, yang terpenting adalah bagaimana dukungan oleh masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut. Sebab, kejadian yang dialami masyarakat Tarakan diawali oleh masyarakat.
“Kabarnya kan dari ejek-mengejek saja antara kelompok anak muda, kemudian berbuntut pertikaian. Hal ini yang diharapkan tidak dapat dibesarkan. Oleh karena itu, saya berharap Kaltim dapat terus terjaga, sebab, kita sudah dikenal dengan daerah yang aman dan tentram. Jangan sampai, proyek-proyek pembangunan yang baru-baru disampaikan terhambat pelaksanaannya, lantaran kondisi daerah tidak aman,” timpalnya.
Oleh karena itu, Gubernur berharap keamanan merupakan kunci utama dalam proses pembangunan di Kaltim. “Nah untuk menguatkan stabilitas keamanan di daerah, Insya Allah Pemprov Kaltim akan menggelar lagi, tanggal 30 September ini mengenai Rapat Koordinasi Intelejen Daerah. Hanya saja, untuk acara tersebut, bukan karena kejadian di Tarakan, tapi sudah sejak sebelumnya telah direncanakan,” pungkasnya. mar/adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...