Pembebasan Lahan Hambat Pembangunan2010-09-28 09:38:55
SAMARINDA-Faktor pembebasan lahan masih menjadi kendala serta hambatan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan Daerah Pemilihan II yang terdiri dari Kota Balikpapan, Paser dan Penajam Paser Utara sehingga kegiatan proyek pembangunan belum bisa dilaksanakan dengan sempurna. Demikian salah satu hasil Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Mukmin Faisal, Encik Widiyani, Puji Astuti, Sofian Noor, Ihwan Datu Adam, Agus Santoso. Gunawarman, Leliyanti Ilyas, Kasriyah, Syarifah Masitah Assegaf. Maria Margaretha Rini Puspa, Yakob Ukung, Muhammad Adam dan Mardikansyah yang disampaikan Yakob Ukung dalam Rapat Paripurna masa persidangan II tahun 2010 dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Reses masing-masing Dapil. Dari hasil kegiatan reses anggota dewan yang merupakan amanat Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPRD, dan DPD. Dimana peran DPRD Kaltim yang begitu besar dalam mendorong dinamika pembangunan diberbagai bidang sepantasnya diiiringi dengan kepekaan, kritisme dalam membaca dan menelaah berbagai aspirasi, mimpi dan dan kemauan masyarakat terhadap sebuah kebijakan pembangunan. Untuk itu disampaikan pula oleh Dapil II bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan Kota Balikpapan dan memujudkan tiga pilar arah kebijakan pembangunan Kaltim 2009-2013 Pemkot Balikpapan menyusulkan permohonan bantuan subsidi pada APBD-Perubahan Provinsi Kaltim TA 2010 sebesar Rp 319,5 miliar. “Secara Umum Pemkot Balikpapan mengharapkan agar pemrov dapat memberikan bantuan lebih besar terutama dalam sektor infrastruktur pembangunan dan jalan,” jelas Yakub disela-sela sidang. Selain itu sambung dia, warga Balikpapan Timur juga mengusul pembangunan Rumah Sakit karena warga sangat kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, karena rumah sakit hanya ada di kota. “Masyarakat juga mengharapkan segera terwujudnya pembangunan Jembatan Pulau Balang yang akan menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten PPU sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka akses lebih lanjut kedaerah,” sambungnya. Sementara itu, untuk daerah PPU, pemerintah Kabupaten Penajam menginginkan perhatian pemprov terhadap berbagai sarana dan fasilitas public yang memadai seperti ketersediaan sarana air bersih, pemasangan jariangan distribusi PDAM Lawe-lawe-Penajam, pembangunan jalan akses pelabuhan dan segera terwujudnya pasar induk Penajam. Dalam pengembangan Pertanian dalam arti luas, Pemkab PPU dan masyarakat menginginkan bantuan Pemprov terhadap beberapa hal yang mendukung kesuksesan program Pertanian dalam arti luas, seperti pembukaan lahan persawahan baru, Pengembangan Karet dan sawit rakyat, sudsidi pupuk organik, alat-alat pertanian serta akses jalan dan program-program alternative dalam meningkatkan pendapatan dan produksi Petanian. “Selain itu masyarakat PPU juga mengharapkan perlunya perhatian pemerintah memberikan prioriyas untuk pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga karena sampai saat ini masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir. Dan juga dalam bidang infrastruktur jalan, masyarakat PPU sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan antar desa, antar kecamatan karena keadaannya sangat parah. Yang mana hal ini sangat ,menghambat aktifitas masyarakat terutama anak-anak sekolah,” urainya. Sedangkan untuk Kabupaten Paser, disampaikan Yakub Ukung lebih jauh bahwa Pemkab Paser merencanakan pembangunan Bandara Perintis yang saat ini sudah dalam proses pengukuran dan landclearing yang bersumber dari bantuan APBD Provinsi. “Sehingga kedepannya diharapkan perhatian pendanaan Provinsi Kaltim tetap dilakukan untuk terwujudnya Bandara Perintis di Kabupaten Paser tersebut,” harapnya. Selanjutnya, khusus dalam pengembangan Sumber Daya Manusia, Kabupaten Paser memfokuskan diri pada pengadaan/peningkatan berbagai sarana pendidikan yang memadai, baik fasilitas gedung, tenaga pengajar dan bantuan pendidikan.“Oleh karena itu diharapkan kembali kepada pemerintah provinsi dapat memberikan bantuan lanjutan, khususnya dalam pembangunan Madrasah bertaraf internasional di Paser, disamping keinginan ketersediaan bantuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Paser,” tandasnya. hms/adv
|