TPK Palaran Bisa Timbulkan Kerusakan Jalan dan Kemacetan Baru2010-09-28 09:40:07
SAMARINDA- Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, yang disebut-sebut merupakan keberhasilan duet kepemimpinan Amins-Jaang menuai kritikan dari masyarakat. Masyarakat mempertanyakan kenapa pembangunan akses jalan tidak sinergi dengan proyek TPK tersebut. Akibatnya, jalan yang ada sekarang ini, menjadi hancur dilewati kendaraan super berat, yang membawa barang dari Pelabuhan ke kota Samarinda. Ditambah lagi, kendaraan tambang juga ikut melintas kerusakan jalan semakin menjadi-jadi. Jika pagi hari saat aktivitas pasar berlangsung para mobil trailer dan pegangkut peti kemas juga tidak mau mengalah, akibatnya kemacetan tidak dihindarkan. Sejauh ini, perbaikan akses jalan menuju Palaran tengah dilakukan. Namun hanya tambal sulam. Kini, nampak terlihat , justru meninggalkan lubang menganga berbentuk kotak setelah lubang dikupas untuk tujuan penambalan dengan aspal. Kekecewaan ini terus diutarakan banyak pengendara yang memanfaatkan jalan ini. "Seharusnya jalan khusus untuk transportasi pelabuhan sudah dibangun. Kalau kondisi seperti sekarang ini. Sama saja memindahan kemacetan dan kerusajkan jalan,” kata Saipul, warga Rawa Makmur kepada media ini. Menurutnya, sekarang jika trailer atau kendaraan berat lewat, rumahnya mulai goyang-goyang, berimbas retak-retak. "Untuk memperbaiki jalan Palaran perlu keseriusan dengan mengutamakan kualitas. Bukan sekadar proyek-proyek saja. Apalagi lintasan ini digunakan kendaraan pengangkut kontainer, maka sebaiknya segera mungkin diperbaiki namun mengutamakan kekuatan berat," ungkapnya. Sekarang ini, kendaraan operasional pelabuhan, selain membuat jalan hancur, kemacetan juga mulai terasa di jalan provinsi tersebut. Ini baru uji coba, kalau sudah dioperasikan secara penuh tentunya akan menimbulkan permasalahan baru,” katanya. Ia menambahkan, keberadaan TPK bisa mempercepat bongkar muat barang, meningkatkan kelancaran arus keluar-masuk barang, serta meningkatkan daya saing usaha yang semuanya bermuara kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi Samarinda. Akan tetapi efeknya dan imbasnya, seperti kemacetan dan kerusakan jalan dirasakan rakyat kecil sekarang ini, samasaja bukan pemerataan kesejahteraan, tetapi menambah masalah baru.john
|