Persisam Kuatir Faktor Non Teknis Lawan Arema2010-09-29 13:34:37
SAMARINDA-Persisam Putra Samarinda dibayangi perasaan kawatir akan faktor non teknis bakal terjadi pada pertandingan melawan Arema Malang, Rabu (29/6) di Stadion Segiri Samarinda. Hal ini dikatakan Hendri Susilo pada media ini Selasa (28/9). Mengingat tim Arema Malang yang merupakan juara ISL 2009/2010 masih dikendalikan oleh orang-orang yang duduk di jajaran teras Badan Liga Indonesia (BLI). "Yang menjadikan kami was-was terutama soal wasit pemimpin pertandingan yang dimungkinkan untuk di set demi menguntungkan tim Arema Malang, kondisi ini tentunya bisa merugikan tim kami yang punya motivasi besar untuk mengalahkan tim juara bertahan, pada pertandingan perdana ISL ini,' kata Hendri Susilo, pelatih Persisam, Selasa, di Samarinda. Sinyal menguntungkan Arema Malang pada laga esok, dibeberkan Hendri dengan kemungkinan tampilnya Noh Alamsyah, striker Arema Malang asal Singapura, yang terkena skorsing tiga kali larangan tampil di pertandingan kompetisi Indonesia terhitung setelah usainya final Piala Indonesia 2010 kemarin. Namun, Hendri melihat Noh masih ikut dibawa dalam tur Arema ke Kalimantan dan Noh alamsyah masih ikut menjalani latihan persiapan jelang pertandingan melawan Persisam. "Kami mengharapkan BLI bisa fair menerapkan aturannya, kalau memang ada larangan tampil, ya hendaknya sangsi itu tetap diberlakukan,' tegas Hendri. Karena kata hendri, berbicara soal materi pemain timnya masih bisa dijagokan untuk bersaing dengan Arema Malang, meski materi tim Arema tidak berbeda jauh ketika mereka bisa merebut gelar juara ISL 2009/2010 kemarin. Justru menghadapi juara bertahan, para pemainnya punya motivasi berlipat untuk menjajal kekuatan Arema sekaligus menjungkalkannya di pertandingan perdana ISL musim ini. Apalagi, lanjut Hendri tim Arema pernah mempermalukan Persisam dikandangnya pada ISL 2008/2009 lalu dengan skor 2-1 di Stadion Palaran Samarinda. Dan kondisinya sebagian besar pemain Persisam masih bercokol dalam skuad musim ini, sehingga mereka punya motivai ganda untuk membalas kekalahan dikandangnya. "Saat ini semangat anak-anak begitu tinggi bisa mengalahkan Arema ini yang membuat saya bangga, namun dibalik itu kami masih was-was akan adanya faktor non teknis berpihak pada Arema," ungkap Hendri. Hendri mengaku lebih senang bila pertandingan melawan Arema bisa berlangsung dengan "fair play" tanpa disisipi oleh kepentingan klub tertentu. "Dan bila itu terjadi, maka dengan hasil apapun termasuk tim saya kalah, saya akan menyatakan salut mengucapkan selamat kepada Arema, ini lebih bagus untuk menciptakan kondisi sepakbola Indonesia menuju kemajuan yang profesional," jelas Hendri.at
|