Perlu Pembenahan Tata Kelola Pasar Tangga Arung2010-09-30 15:12:21
TENGGARONG- Pasar Tangga Arung sebagai pusat perbelannjaan warga kota raja Tenggarong dan sekitarnya, kondisinya saat ini semakin memprihatinkan. Selain terlihat kumuh, banyaknya pedagang tak dibarengi dengan lokasi juga menjadi situasi pasar semakin semrawut. Bahkan lebih memprihatinkan lagi, belum lama ini ada sekitar 95 petak pedagang pasar Tangga Arung ludes dilalap sijaga merah, yang hingg saat ini mereka belum kembali diperbolehken membangun petak lantaran belum mendapatkan ijin pemerintah. Menurut Ketua Komisi II DPRD Kukar H Awang Yacoub Luthman, kondisi pasar Tangga Arung sudah saatnya ditata secara baik, sehingga tidak akan terkesan kumuh seperti sekarang ini. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk melakukan penataan pasar tersebut sebagai bagian pusat ekonomi masyarakat kota Tenggarong. “Diantaranya adalah menyangkut masalah tata kelola yang baik, pembenahan sarana prasana yang memadai sebagai penunjang keberadaan pasar Tangga Arung,” ujar Awang Yacoub Luthman diruang kerjanya siang kemarin. Awang menambahkan kalau pasar merupakan pendukung yang efisien dan efektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun jika tak dibenahi secepatnya kondisinya justru akan bertambah parah, apalagi desakan pedagang eks kebakaran yang mau memaksakan diri untuk kembali membangun petak. “Selain demensi tata kelola, juga masalah sarana prasana harus dibenahi, seperti misalnya masalah air bersih, pembuangan limbah manusia dan pasar itu sendiri maupun masalah PLN. Selama ini kondisi aliran listrik hanya asal sambung kabel ke kabel, sehingga dampaknya rawan terjadi konsleting,” kata Awang. Untuk melakukan pembenahan tersebut, sudah selayaknya lanjut Awang, pasar Tangga Arung dilakukan relokasi, sementara pedagang dipindahkan sementara waktu ke Pasar Mangkurawang yang kondisi pembangunanya sudah selesai. “Masyarakat sebagai pembeli tentu menginginkan situasi tempat perbelanjaan yang nyaman. Seperti misalnya kondisi pasar di Sidoarjo Jawa Timur, bahkan keberadaan pasar disana tidak hanya warga Sidoarjo yang banyak berbelanja dipasar itu namun warga dari luar seperti dari Surabaya juga banyak,” tandas Awang. Awang berharap, agar semua pihak bisa memahami dan memikirkan keberadaan pasar secara jangka panjang, bukan jangka pendek yang nantinya akan menambah persoalan-persoalan baru yang malah akan merugikan pedagang itu sendiri.awi
|