TPK Palaran Resmi Beroperasi2010-09-30 15:19:18
SAMARINDA-Dipastikan perekonomian Kaltim, khususnya Kota Samarinda akan terus berkembang menyusul diresmikannya operasional Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Rabu (29/9). Peresmian pengoperasian pelabuhan l peti kemas modern tersebut dilakukan oleh Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak bersama Walikota Achmad Amins, Dirjen Perhubungan laut Sunaryo dan Direktur Utama PT Samudra Indonesia Masli Hasan. Diwarnai dengan penekanan sirine dan demo crane. "Pengoperasian pelabuhan dan Terminal Peti Kemas Palaran ini tentu sebuah sarana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Samarinda dan Kaltim pada umumnya,” kata Gubernur. Dalam kalkulasi ekonomi, kata dia, pelabuhan tersebut pasti akan menguntungkan. Tetapi Awang mengingatkan bahwa setiap pembangunan akan memberi dampak positif maupun negatif. Karena itu, kepada Pemerintah Kota Samarinda diharapkan agar dapat mencermati setiap permasalahan yang muncul, terutama menyangkut persoalan transportasi dan aktifitas keluar masuk penumpang dan barang serta kendaraan yang menggunakan jalan dan jembatan, baik dari Palaran menuju kota dan sebaliknya. "Penting juga untuk segera dipikirkan dan secepatnya dilaksanakan, adalah sarana jalan yang memadai. Bappeda Kaltim dan Samarinda harus segera membahas soal jalan agar tidak menimbulkan persoalan baru," kata Gubernur. Sementara Dirjen Perhubungan Laut RI, Sunaryo mengatakan, selain membangun pelabuhan barang, pelabuhan penumpang harus juga diprioritaskan. “Kalau barang tidak mungkin protes, tetapi kalau manusia bisa menuntut untuk itu. Pelabuhan penumpang harus segera dibangun untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya. Selain pelabuhan penumpang, menurut dia, akses jalan juga harus dipenuhi. Selain itu, meskipun bangunan megah, tetapi kalau tidak didukung dengan sumber daya manusia tentunya tidak ada apa-apanya. “Untuk mendukung pelabuhan ini, tentunya alur Mahakam harus bersih dari segala sesuatu yang melintas. Untuk itu, pipa-pipa yang melintas harus bersih, juga pembenahan navigasi,” tegasnya. Ditempat sama, walikota Achmad Amins mengatakan, sekarang ini orang yang paling bahagia adalah dirinya. Karena dengan perjuangan waktu 10 tahun pelabuhan Peti kemas akhirnya terwujud. Sebab bersinergi ketiga pihak tersebut merupakan hal yang baru pertama kali terjadi di Indonesia . “Hal ini, membuktikan bahwa Pemkot , PT Pelindo dan pihak Swasta PT Samudera Indonesia dapat bekerjasama mewujudkan pembangunan infrastruktur pelabuhan peti kemas di Samarinda. Bekerja hanya keikhlasan saja dan berpikir yang penting jalan saja. Alhamdullilah akhirnya bisa dioperasikan seperti sekarang ini,” kata Achmad Amins. Sementara Direktur PT Samudera Indonesia Masli Hasan mengungkapkan, selain dikelola dengan teknologi tinggi, proses bongkar muat pelabuhan ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Waktu sandar setiap kapal yang melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan baru ini menjadi lebih cepat. Sebelumnya 3 atau 4 hari hanya menjadi 4 jam. Sehingga biaya operasional kapal akan menurun.john/mar
|