Farid Wadjy Resmi Buka Musda PKBI Kaltim ke XIII

Diharapkan ada Inovasi Pelayanan Masyarakat

2010-10-01  15:00:15

SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim ke-XIII, Kamis (30/9) di Aula Dinas Sosial Kaltim. Acara dihadiri juga pengurus Harian Nasional PKBI Pusat Sarsanto W Sarwono, Ketua PHD PKBI Kaltim H Asran Bulkis beserja jajarannya, dan pengurus PKBI cabang se-Kaltim.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menyampaikan bahwa seiring dengan program Pemprov Kaltim, untuk meningkatkan kualitas SDM, maka diharapkan PKBI memiliki inovasi dalam pelayanan masyarakat. Terutama mendukung upaya pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, peningkatan kulitas hidup dan kesehatan masyarakat, penanganan HIV/AIDS dan Narkoba, peningkatan kesejahteraan, kesetaraan gender dan lain sebagainya.
"Meskipun demikian, kita tidak bisa mengelak dari kenyataan bahwa akhir-akhir ini program KB sedikit mengalami kemunduran dan gerakannya tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya. Program KB di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat di bawahnya di kecamatan, kelurahan dan desa tidak terlaksana baik karena terkendala masalah kelembagaan dan keterbatasan tenaga.
Kenyataan tersebut hendaknya bisa menjadi penyadaran bagi kita semua, bahwa program KB sangat penting untuk pengendalian peningkatan jumlah penduduk dan untuk kerlangsungan hidup yang sehat dan sejahtera,"jelas Farid Wadjdy.
Farid menambahkan, kini jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Sampai tahun 2010 ini, sudah mencapai lebih dari 237 juta jiwa, sedangkan penduduk Kaltim berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 sudah lebih dari 3,5 juta jiwa. Padahal di tahun 2005 penduduk Kaltim hanya 2,88 juta jiwa dan di tahun 2009 3,16 juta jiwa dengan kepadatan penduduk per Km 15,95 jiwa.
"Untuk itu kita semua berharap keberadaan PKBI bisa terus membantu terlaksananya program KB di Kaltim dengan baik, karena pertambahan penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan ibu, anak dan anggota keluarga. Terlebih lagi angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih terbilang tinggi yaitu 343 per 100 ribu dan angka kematian bayi 51 per seribu,"ujarnya.
Selain itu, kata Farid, dampak lainnya adalah kerawanan sosial seperti bertambahnya kemiskinan, pengangguran, anak jalanan, pengemis, tindakan kriminal, penipuan, pencurian, perampokan dan masalah lainnya.
"Oleh karena itu, cita-cita Kaltim untuk menciptakan SDM yang handal tidak mungkin tercipta tanpa didahului dengan terbentuknya insan-insan yang sehat dan sejahtera, baik secara fisik maupun rohani. Sehingga untuk mencapai itu semua sangat erat kaitannya dengan keberhasilan program kependudukan dan Keluarga Berancana,"tandas Farid.mar/adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...