Sepakati Samarinda Aman dan DamaiPernyataan Sikap 14 Elemen di Makodim
2010-10-01 15:02:49
SAMARINDA—Komitmen mempertahankan suasana kondusif di kota Samarinda, sebanyak 14 elemen masyarakat, menandatangani kesepakatan pernyataan sikap Samarinda Aman dan Damai. Dengan diinisiatori Komandan Kodim Samarinda 0901 Letkol Inf Daryatmo, penandatanganan kesepahaman ini dilaksanakan di markas Kodim Samarinda, yang dikemas dalam rangkaian acara silaturahmi Dandim Samarinda dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyakat, Kamis (30/9). 14 elemen yang melakukan kesepahaman dan komitmen membawa Samarinda Aman dan Damai, yakni Forum Komunikasi Antar Suku (Forkas), Forum Komunikasi Persaudaraan antar Masyarakat Kaltim (FKPMKT), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Persatuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Keuskupan Agung, Majelis Jama’at GPIB, Yayasan Thien Ie Kong, Pura Sentosa, Vihara Dharma Walubi, KNPI, FKPPI, AMPI, dan PPM. Adapun isi dari pernyataan sikap itu, diantaranya pertama tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan antar warga Samarinda, mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan, menjaga warga/umat agar tidak memprovokasi maupun terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum, bekerjasama untuk menciptakan Samarinda tenteram, damai dan aman, menghormati dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Dalam arahannya, Dandim Samarinda mengatakan kegiatan itu murni sebagai anak bangsa yang cinta negeri dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ”Silaturahmi ini untuk menjalin tali persaudaraan, saling memberi informasi, dan rejeki pun bertambah, tapi jika tali silaturahmi ini diputus maka setidaknya memutus pula rejeki kita. Jadi tidak salah, banyak teman banyak rejeki,” ungkap Daryatmo dalam arahannya. Karena itu, sebutnya untuk mempertahankan dan terus menjalin tali silaturahmi sehingga terjalin suatu hubungan yang harmonis antar semua kelompok golongan agar tidak sampai terjadi perpecahan. Masih dalam kesempatan itu, Daryatmo juga menyebut pulau Kalimantan sebagai pulau terbesar di NKRI ini mirip seperti Semar tokoh perwayangan. “Dalam dunia perwayangan ini, Semar itu adalah contoh dan teladan. Untuk itu, sebagai warga yang menghuni di Kalimantan maupun Kaltim, terkhusus lagi Samarinda harus menjadi Semar bagi warga di luar pulau Kalimantan. Jangan sampai ada perpecahan dan pertikaian sehingga menjadi contoh yang tidak baik. Mari kita memberi contoh yang baik,” ucapnya. Sementara Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda H Ridwan Tassa atas nama Pemkot Samarinda memberikan apresiasi terhadap langkah yang telah dilakukan. “Terima kasih kepada Dandim, tadi dalam paparannya juga telah membuka wawasan kita semua untuk terus menjaga keutuhan NKRI,” imbuhnya. Ridwan kembali menegaskan agar tidak lupa dengan pepatah “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.”Ini penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis sehingga tercipta kota yang kondusif, aman, tenteram dan damai. Seperti kata Pak Sahar Angka (Ketua Forkas), Damai itu indah,” tandasnya. Dalam kegiatan itu dihadiri pula Wakil Polresta Samarinda Faizal, Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah H Sugeng Chairuddin. Perlu diketahui pula, saat mengawali kegiatan itu, juga dilakukan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dimana semua peserta menyanyikan dengan penuh haru dan khidmat. Seakan-akan membakar kembali semangat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan dan keutuhan NKRI. hms2/adv
|