Membakar Sampah Mengurangi Nilai Adipura2010-10-02 10:35:44
SAMARINDA-Masih banyak masyarakat Samarinda tak membuang sampahnya pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Untuk mencari mudahnya, mereka membakar sampah. “Menjaga kebersihan dengan membakar sampah dapat menimbulkan pencemaran dan polusi lingkungan,” kata Kepala Bidang Tata Lingkungan Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Samarinda, Noor Agus Trisusanto, baru-baru ini. Ia mengatakan, salah satu kreteria penilaian kurang dalam lomba kebersihan tingkat nasional yang akan diberikan penghargaan Adipura adalah membakar sampah, sebab dapat mencemari lingkungan menimbulkan polusi udara di daerah sekitarnya. Menurutnya, persoalan lingkungan di Samarinda, hampir sama seperti di kota-kota besar di Indonesia, penduduknya hampir 800 ribu jiwa, mendekati 1 juta jiwa arahnya sudah kota metropolitan. “Kondisi itu, tentunya menimbulkan berbagai permasalahan yang kompleks seperti penataan lingkungan, social, ekonomi dan spesifik perkotaaan,” katanya. Dijelaskannya, dalam upaya meraih piala Adipura sebagai lambang kebersihan ditingkat nasional, maka Samarinda akan melakukan perbaikan yang selama ini yang memiliki penilian rendah . Dijadwalkan penilian awal Adipura akan dilaksanakan pada awal Oktober dan kegiatan teknis nantinya ada di instansi terkait. “Untuk meraih Adipura bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Dinas Pasar, tetapi juga tanggung jawab masyarakat kota Samarinda, serta pihak swasta, tegasnya. Dikemukakannya bahwa pola pikir yang harus dirubah sekarang ini seperti membakar sampah yang dapat mengatasi masalah dan menimbulkan masalah baru. Selain itu membakar sampah dilarang keras , karena berpotensi mencemari lingkungan. Pemkot Samarinda terus melakukan evaluasi, sebenarnya, penilian Adi Pura di tahun 2009, peringkat Samarinda sudah naik menjadi peringkat 10. Tentunya, untuk mencapai nilai terbaik untuk mendapatkan penghargaan perlu kerja keras mulai dari sekarang. “Kekurangan kita dalam penilian Adipura tahun lalu, adalah masih adanya pembakaran sampah diberbagai titik yang dilakukan masyarakat maupun perkantoran baik negeri maupun swasta,” kata Noor Agus Trisusanto.john
|