PDIP Mulai BergolakDinilai Telah Gadaikan Elit Partai
2010-10-04 16:20:46
SAMARINDA–Detik-detik menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Samarinda, kian terasa panas. Setidaknya, gejolak dukungan partai ke calon kepala daerah mulai terjadi diinternal PDIP Samarinda. PDIP sebagai partai perolehan suara terbesar di Samarinda ditengarai telag digadaikan elit partai ‘Banteng Gemuk’ itu. Demikian diungkapkan Syarifuddin Chaidir, mantan Ketua DPC PDIP Samarinda yang juga mantan Wakil Ketua DPD PDIP Kaltim, saat menghubungi Poskota Kaltim melalui telepon genggamnya, Minggu (3/10). Menurut Syarifuddin Chaidir, saat PDIP resmi mencalonkan pasangan Ipong Muchlissoni dan Edy Kurniawan melalui rekomendasi DPP PDIP hingga menjelang detik-detik pencoblosan suara, banyak konstiutuen baik yang berada di struktur partai hingga simpatisan, mulai dari DPD sampai anak ranting yang mempertanyakan arah dukungan PDIP yang tidak sesuai dengan hasil Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP. “Pertanyaan itu ditujukan langsung ke saya, baik bertemu atau melalui handphone. Saya pun sempat bertanya-tanya, kenapa kok dukungan PAC yang merupakan respresentasi dari suara konstituen partai diabaikan begitu saja dengan DPD dan DPP,” keluh Heder – sapaan akrabnya. Disinggung siapa sesungguhnya yang mendapat dukungan mayoritas dari PAC saat Rakercabsus tersebut? “Yang pasti calonnya bukan yang diusung PDIP saat inilah,” akunya berdiplomasi. Ditambahkan pula, saat Rakercabsus akhir 2009 lalu itu, terdapat salah satu calon yang yang mendaftar ke PDIP dan melakukan fit and proper test memperoleh dukungan lebih dari 75 persen dari ranting dan PAC. Tidak hanya persoalan dukungan yang berbeda dari hasil Rakercabsus itu, Heder juga menegaskan, saat ini dari jargon-jargon kampanye dari calon yang diusung PDIP justeru menghilanghkan kadar ideologi PDIP sebagai partai pengusung. “PDIP itu identik dengan warna merah dan hitam serta mengedepankan nilai-nilai progresif dan revolusioner. Tapi yang terjadi dan paling sederhana saja, warna PDIP kok berubah jadi warna hijau. Apa-apaan itu,” tukasnya. Bahkan imbuhnya, PDIP sebagai partai pengusung justeru terkesan elit PDIP mengabaikan nilai-nilai perjuangan PDIP. “Padahal, PDIP memiliki hak untuk mengatur hingga mengelola jargon-jargon sang calon. Karena PDIP sebagai partai pengusung bukan partai pendukung. Ini saya lihat, justeru nilai-nilai perjuangan PDIP hilang hanya ditukar dengan memasangkan kader PDIP sebagai wakil. Dan langkah itu jelas saya lihat bentuk digadaikannya PDIP oleh elitnya sendiri,” tegas Heder dengan suara lantang. Untuk itu lanjutnya, dalam waktu dekat, dirinya bersama beberapa simpatisan PDIP lainnya, akan melakukan pertemuan guna mengevaluasi dukungan PDIP Samarinda di Pemilukada Samarinda yang dikemas dalam bentuk silaturrahmi kader loyalis PDIP. “Yang pasti, minggu-minggu ini kami semua akan berkumpul untuk mengembalikan suara kader partai di Pilkada ini,” kuncinya. fer
|