Kualitas Guru Bukan dari Sertifikasi2010-10-05 14:24:19
TENGGARONG,Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara Nasional melalui sertifikasi sudah betul. Tetapi bukan tujuan akhir dalam sebuah penilaian proses belajar mengajar sejak pagi sampai siang harinya. Demikian dikemukakan Sofyan S.Pd, M.Pd selaku kordinator TK/SD Cadisdik Sebulu kepada Poskota Kaltim belum lama ini. "Indikator tingkatan keberhasilan dalam belajar diantarnya, adanya kesiapan materi disajikan harus mempunyai nilai. Juga kelengkapan serta persiapan alat peraga tenaga pendidikan dengan mudah memberikan kemampuan dari nilai terhadap keberhasilan belajar itu sendiri dengan tidak menghilangkan uji kompetensi dari kinerjanya," ujar Sofyan. Ditambahkan, sertifikasi bukan tolak ukur untuk menilai kompotensi seorang guru, karena semua tenaga pendidik berlomba-lomba untuk mencapai keinginan itu. Dengan mengurangi semangat pengabdian selama ini dengan kurun waktu ada 10 tahun sampai 20 tahun terus memberikan yang terbaik dalam pengabdiannya. "Serta hasta karya pribadi mampu meningkatkan untuk mengukir pretasi bobot dari sebuah keberhasilan dalam mengajar disegala tingkatan," ujar Sofyan. Disisi lain, ia meminta seharusnya pemerintah juga memberikan perhatian guru itu dengan jalan peningkatan dan kemampuan belajar dengan sering mengikuti latihan, seminar , worshop serta kajian-kajian pendidian melalui diskusi ilmiah. "Supaya bobot ini harus suatu kewajiban guru untuk membangun kepercayan dalam bersaing sesama tenga pendidikan disemua tingkatan atau jenjang," kata Sofyan.gus
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...