Komisi II Tagih Janji GubernurMudiyat : Tol Bukan Prioritas
2010-10-05 14:54:39
SAMARINDA–Kepemimpinan Awang Faroek Ishak yang sudah berjalan dua tahun ini, ternyata masih ada program prioritas pembangunan yang belum berjalan. Salah satunya tentang komitmen meningkatkan sektor pertanian dalam arti luas. Untuk itu, Komisi II DPRD Kaltim menangih janji gubernur untuk merealisasikan alokasi anggaran yang signifikan bagi sektor pertanian. Aji Sofyan Alex, anggota Komisi II, terkait dengan proses perjalanan tri program prioroitas tersebut, mengusulkan anggaran Rp500 miliar di APBD Kaltim Tahun Anggaran 2011 dari usulan Pemprov sebesar Rp265 miliar. Usulan anggaran tersebut, menurut Sofyan Alex, sebagai bentuk dari menagih janji Gubernur Kaltim tentang program prioroitas, salah satunya program pertanian dalam arti luas. "Itukan janji dalam program prioritasnya gubernur. Makanya, komisi II minta untuk program pertannian arti luas Rp 500 miliar," kata Sofyan Alex, Senin (4/10). Senada, Sekretaris Fraksi Hanura-PDS, Mudiyat Noor mengatakan, seharusnya Awang Faroek sebagai Gubernr Kaltim, harus kembali pada janji awalnya tentang tiga program prioritas itu. Sementara saat ini imbuhnya, pemerintah hanya terfokus pada sektor infrastruktur yang belum tentu bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. "Salah satu contohnya, pemerintah saat ini asyik memprioritaskan pembangunan jalan tol dengan nilai triliunan rupiah. Padahal, Tol itukan bukan prioritas. Coba masyarakat ingat-ingat program prioritasnya. Apakah tol masuk yang prioritas," tanya Mudiyat dengan nada menyindir. Dikatakan pula, kenapa pertanian yang seharusnya menjadi sektor unggulan dan prioritas? Karena, pertanian bisa menjadi back up sumber daya alam yang menghasilkan bagi kebutuhan publik untuk jangka panjang. “Bayangkan saja, kalau sektor tambang dan minyak kita menipis, sektor manalagi yang bisa menjadi andalan selain pertanian. Belum lagi saat ini kita ketahui, persoalan beras saja, Kaltim masih bergantung dengan daerah lain. Padahal lahan pertanian kita banyak dan melimpah,” ungkapnya. Sekadar diketahui,Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kampraswil Kaltim, mengusulkan anggaran Rp160 miliar untuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan jalan poros Samarinda-Balikpapan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) 2010, darri kebutuhan anggaran di APBD Kaltim sebesar Rp2 triliun. Anggaran itu belum termasuk subsidi dari APBN sebesar Rp1 triliun, dan talangan dana pihak ketiga (investor) sebesar Rp6 triliun. fer
|