Peran Guru Agama Harus Ditingkatkan2010-10-06 07:50:15
SAMARINDA- Kadisdik Kaltim HMUsyahrim menjelaskan, guna memerangi pergaulan bebas yang terjadi sekarang ini, peran guru agama sangatlah diperlukan dan ditingkatkan, sehingga pergaulan bebas tersebut tidak meracuni anak-anak di negeri ini.Hanya saja mengenai tes keperawanan yang dimaksud DPR RI harus jelas korelasinya apa?. Sehingga hal itu tidak menjadi permasalahan yang besar dikemudian hari bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah. “Jadi, jika ada korelasinya dengan persiapan UN terhadap siswa, maka silahkan. Namun, menurut saya hal itu tidak ada korelasinya antara pemberlakuan tes keperawanan dalam mempengaruhi hasil pelaksanaan UN siswa dan siswi,” ujar Musyahrim ketika ditemui kemarin, Selasa (5/6). Jadi, menurutnya, hal itu tidak ada hubunganya secara langsung terhadap hasil UN yang akan dihadapi seluruh siswi. Selain itu, lanjutnya, hal itu sangat erat berkaitannya dengan masalah moral. “Jika kita yang beragama Islam, tentu hal itu apabila dilihat dari sisi keagamaan, maka hal itu merupakan aib seseorang. Jadi, berkaitan dengan itu, tentunya, alangkah baiknya lebih baik memikirkan bagaimana berjuang untuk memerangi pergaulan bebas kepada anak-anak kita,” jelasnya. Untuk itu, guna memperkuat keimanan anak-anak di sekolah, maka diharapkan sebaiknya seluruh orang tua, mulai dari rumah tangga sendiri, tetangga, lingkungan sekitar, serta di sekolah agar mengajarkan bagaimana bahayanya pergaulan bebas bagi anak-anak saat ini. “Seharusnya seluruh siswa dan siswi atau anak-anak diberikan pemahaman-pemahaman, seperti budi pekerti dan akhlak. Oleh karena itu, peran guru agama tentunya sangat diharapkan dalam memerangi maraknya pergaulan bebas ini,” timpalnya. Oleh karena itu juga, selain guru agama, peran guru Bimbingan Konseling (BK) sangat diperlukan, agar seluruh siswa di Kaltim jauh dari pergaulan bebas. “Dengan demikian, kami berharap pendidikan di Kaltim kian meningkat, khususnya kualitas mutu pendidikan siswa, seiring baiknya moral dan akhlak seluruh anak-anak di daerah ini,”terang Musyahrim. mar/adv
|