Dukung Program Wajar 12 tahun2010-10-06 07:51:36
SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menegaskan, kepada para orang tua untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya, walaupun dalam kondisi sesulit apapun. Karena pemerintah telah berupaya memberikan dukungan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun. “Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim melalui sektor pendidikan. Maka biaya pendidikan dibebaskan dan minimal berpendidikan SMA ataupun sederajatnya,” jelas Farid Wadjdy saat Halal Bihalal dengan Majelis Ta’lim Sabilal Muhtadin, tokoh masyarakat dan kelompok pasar malam Kaltim di Rumah Dinas Wagub Samarinda, Senin (4/10) lalu. Farid menambahkan, pendidikan merupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan, serta keahlian SDM Kaltim. Bahkan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota telah memberikan kemudahan untuk memperoleh pendidikan, dengan memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. "Kita tidak bisa terus menerus mengandalkan Sumbes Daya Alam (SDA) yang ada, sebab sekarang ini SDA tersebut baik batu bara, emas dan sumber daya alam lainnya, terus dikelola, dikeruk, sehingga lambat laun akan menipis dan habis, oleh karena itu guna mengantisipasi hal tersebut, yang harus dilakukan sekarang adalah peningkatan SDM, makanya kita harapkan seluruh anak di Kaltim semuanya bisa mengikuti program Wajar 12 tahun,"kata Farid. Menurutnya, saat ini saja banyak para lulusan sekolah yang belum dapat memenuhi pangsa pasar ketenagakerjaan. Salah satu contoh, pada Juni lalu Dinas Tenaga Kerja (Disnakertran) Kaltim membuka Job Fair atau lowongan kerja bagi lulusan sekolah maupun tenaga kerja yang rata-rata lulusan sekolah SMA ataupun perguruan tinggi yang diikuti sekitar 76 perusahaan swasta. Dan terhitung sekitar 1.760 orang pelamar kerja pada waktu itu yang melamar ke perusahaan peserta job fair. Setelah dilakukan seleksi ternyata hanya sekitar 400 orang lolos, namun dari jumlah tersebut yang masuk dalam kategori tenaga kerja yang memenuhi syarat kebutuhan perusahaan itu hanya sekitar 100 orang. “Kondisi ini merupakan hal yang ironis. Dari 1.760 orang tersebut, ternyata hanya 100 orang saja yang memenuhi pangsa pasar ketenagakerjaan. Berarti 1.660 orang merupakan orang-orang yang tidak memiliki keahlian atau kemampuan yang sesuai dengan tuntutan ketenagakerjaan saat ini. Itu semua merupakan kondisi nyata gambaran ketersediaan tenaga kerja yang ada di Samarinda, bahkan Kaltim. Oleh karena itu, pendidikan merupakan hal yang wajib ditempuh seluruh generasi muda Kaltim,"paparnya. Selanjutnya, dalam pendidikan itu harus diutamakan mata pelajaran atau kurikulum yang mengarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian bagi pelajar. Sekolah kejuruan merupakan salah satu program yang sedang digiatkan pemerintah saat ini. “Selain SBI (Sekolah Bertaraf Internasional), pemerintah terus meningkatkan pembangunan dan pengembangan sekolah kejuruan. Kedepan, dengan program ini akan banyak lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja, serta meningkatkan daya saing daerah, sehingga dengan demikian mampu menciptakan lapangan serta menyerap tenaga kerja," tutur Farid.mar/adv
|