BLH dan Dinkes Segera Turun LapanganTerkait Penyakit Gatal yang Menyerang Warga Sambaliung
2010-10-07 02:36:35
TANJUNG REDEB Menindaklanjuti keluhan warga sambaliung yang terserang panyakit gatal gatal, yang disinyalir karena air sungai yang tercemar limbah perusahaan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau dalam waktu dekat ini bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau akan melakukan pengkajian. Kita kemarin langsung merespon keluhan warga Sambaliung, mau turun langsung kelapangan, tapi ahli lingkungan dan Kesehatan dari Dinkes tidak berada ditempat, lantaran keluar daerah. Jadi ya terpaksa kita tunda, kata Kapala BLH Berau, Basri Syahrin. Menurutnya, tertundanya turun ke lapangan tersebut bukan tanpa alasan, sebab persoalan seperti itu harus ada koordinasi antar instansi terkait. Kalau sama sama ke lapangan kan enak, masyarakat juga puas terhadap respon kita. Yang satu menangani masalah benar tidaknya sungai Kelay tercemar limbah, dan satunya lagi menangani masalah kesehatan warga, katanya. Tetapi yang jelas dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengambil sample air sungay Kelay, untuk dilakukan penelitian di labolatorium. Kendati begitu menurut mantan Kabag Humas Pemkab Berau ini untuk menetahui hasil penelitian tersebut membutuhkan waktu paling tidak minimal seminggu. Sebelum melakukan pengkajian, Basri memperkirakan, bahwa penyakit yang menyerang warga Sambaliung, khususnya yang mandi di sungai tersebut, bisa saja karena panca roba atau faktor lingkungan. Ini kan bisa saja terjadi dimana saja dan menyarang siapa saja, terlebih lagi terhadap anak anak di usia balita, mereka sangat mudah terserang penyakit seperti itu, karena daya tubuhnya beda dengan orang dewasa, tuturya. Selain dari pada itu, lanjut Basri, bisa juga air Sungai Kelay itu memang tercemari limbah perusahaan. Mengingat jumlah perusahaan yang beroperasi tidak jauh dari bibir sungai ada di Berau. Tapi saya tidak berani mengatakan air Sungai Kelay itu tercemari limbah perusahaan, sebelum kami melakukan penelitian, tegasnya. Oleh sebab itu ungkap dia, semua itu akan terjawab, jika BLH dan Dinkes nanti selesai melakukan pengkajian. Kapan waktunya? dia tidak berani memastikan, yang jelas BLH dan Dinkes secepatnya akan turun ke lapangan. roz
|